Menhub: Ditjen Postel Dipindah, Program Saya Sia-sia
Rabu, 08 Des 2004 14:03 WIB
Jakarta - Keluhan muncul dari Menhub Hatta Radjasa jika Ditjen Postel dialihkan ke Departemen Kominfo. "Kalau dipindahkan program saya sia-sia dong," kata Hatta Radjasa di sela-sela rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/12/2004).Hatta menolak berkomentar atas keputusan yang memindahkan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dari departemen yang dipimpinnya ke Kementerian Komunikasi dan Informasi yang nanti akan berubah menjadi departemen teknis. "Saya tidak perlu berkomentar karena bukan kewenangan saya. Tetapi sebagai menteri perhubungan saya punya program untuk memajukan telekomunikasi," kata Hatta Radjasa. Menurut politisi Partai Amanat Nasional asal Palembang itu, departemennya saat ini sedang merevisi cetak biru telekomunikasi Indonesia. Selain itu, dia juga berupaya untuk melakukan restrukturisasi di bidang telekomunikasi dan percepatan pertumbuhan telekomunikasi. Dirjen Postel Djamhari Sirat yang ditemui di tempat yang sama juga menolak mengomentari kabar pemindahan direktorat yang dipimpinnya ke departemen komunikasi dan informasi. "Saya cuma pelaksana. Tanyakan saja ke yang mau memindahkan. Kemana saja saya tidak masalah yang penting job description-nya jelas," ujar Djamhari. Keputusan presiden tentang pengalihan Ditjen Postel ke Departemen Kominfo ini kabarnya dirancang oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN). Keputusan ini diambil dalam rangka mewujudkan kebijakan pengembangan telematika (telekomunikasi, informatika dan media penyiaran) satu atap di Indonesia. Selain alasan bahwa dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kementerian Negara sudah diatur tentang keberadaan Departemen Komunikasi dan Informasi. Dalam keputusan presiden itu, Ditjen Postel akan berada di Departemen Kominfo bersama tiga direktorat jenderal lain yaitu penyiaran, frekuensi dan penerangan umum. Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil menganggap pemindahan Ditjen Postel adalah sesuatu yang sangat wajar di era konvergensi sekarang.
(tis/)











































