Buruh & Pedagang Demo DPRD DKI Soal UMR & Hak Sewa
Rabu, 08 Des 2004 13:03 WIB
Jakarta - Aliansi Buruh Bersatu (ABB) dan pedagang Pasaraya Blok M beraksi di DPRD DKI Jakarta. Buruh menagih upah minimum regional (UMR) Rp 759.000, pedagang menuntut penghapusan hak sewa.Sekitar seratusan demonstran itu tiba di DPRD DKI jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat pukul 11.00 WIB, Rabu (8/12/2004).ABB yang terdiri dari 18 serikat buruh, 3 LSM, dan 1 partai yakni Partai Rakyat Demokratik (PRD) menuntut UMR sebesar Rp 711.000 diubah menjadi Rp 795.000. Sebab UMR Rp 711.000 dinilai tidak layak untuk menutupi biaya hidup buruh."Kami sudah melakukan survei. Kami mendapatkan angka Rp 1,2 juta untuk hidup yang layak di Jakarta. DPRD juga survei. Kemudian disepakati angka Rp 759.000. Tapi kok malah ditetapkan Rp 711.000 dengan alasan inflasi 6 persen. Jadi kami menuntut kembali UMR Rp 759.000," kata Budi Wardoyo selaku penggagas ABB.Menurut dia, yang ikut beraksi pada hari ini hanya pengurus ABB. Namun jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka 15 hari lagi pihaknya akan mengumpulkan anggota-anggota yang lain dan akan datang bersama 15 ribu orang untuk menduduki DPRD.Bersamaan dengan ABB, para pedagang Pasaraya Blok M Kebayoran menggelar aksi menuntut penghapusan hak sewa. Menurut Ketua Kelompok Penjahit, Reklame dan Pedagang Iwan Setiawan, mereka diharuskan melakukan registrasi setahun sekali dan bisa diusir kapan saja."Harga sewa per 1 meter ubin Rp 500 ribu per tahun. Berdasarkan kesepakatan sepihak dari PD Pasar Jaya, para pedagang harus melakukan registrasi ulang hingga 15 Desember. Jika tidak, maka pedagang dianggap tidak tinggal di situ dan harus pergi," urainya.Selain itu, lanjut Iwan, pedagang juga menuntut agar biaya pemeliharaan yang naik sebesar 300 persen dihapuskan. Namun Iwan tidak menyebutkan berapa jumlah biaya pemeliharaan tersebut. Menurut dia, sebanyak 17 perwakilan pedagang sudah diterima Komisi B DPRD DKI.Sementara di luar gedung dewan, orasi terus dilakukan secara bergantian. Namun beberapa demonstran yang terlihat kepanasan disiram teriknya surya memilih berteduh di bawah pohon.Seorang orator menyerukan demonstran agar tidak memilih Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dalam Pilkada nanti. Sebab Sutiyoso terbukti tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada dan hanya memeras rakyat kecil. "Sutiyoso bak raja kecil. Kaum buruh saja yang jadi gubernur," seru sang orator.Sebuah spanduk tampak dibentangkan para pedagang, bertuliskan "Bapak gubernur dan direksi PD Pasar Jaya yang terhormat, berilah ketenangan kepada pedagang, jangan membuat kami resah, camkanlah."Beberapa poster juga diusung demonstran, antara lain bertuliskan "Bang Yos, perhatikan nasib kami", "Dewan yang terhormat, tetapi tidak cermat", dan "Pasar dibangun dengan uang rakyat, kenapa kami diperas".
(sss/)











































