MUI Jatim: 'Golput' Itu Haram

MUI Jatim: 'Golput' Itu Haram

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2014 17:17 WIB
MUI Jatim: Golput Itu Haram
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan, masyarakat yang tidak ikut pemilihan umum (pemilu) alias golput adalah haram. MUI meminta masyarakat untuk ikut peran serta atau mencoblos di pemilu 2014 nanti.

"Keputusan MUI istilahnya bukan golput. MUI menyatakan bahwa Nasbul Imamah atau mengangkat pemimpin itu hukumannya wajib. Artinya memilih pemimpin yang amanah, jujur, adil, beriman dan bertaqwa itu hukumnya wajib," ujar Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Buchori saat dihubungi detikcom, Rabu (12/4/2014).

Ia menegaskan, jika ada pemimpin yang memiliki sifat-sifat tersebut, maka wajib hukumannya untuk dipilih. Namun, jika tidak dipilih, maka orang yang tidak memilihnya akan menanggung dosa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Termasuk kalau memilih yang memiliki track recordnya jelek, suka korupsi, akhlaknya jelek, maka ikut berdosa," tuturnya.

Fatwa ulama ini tidak hanya dikeluarkan ulama di Jawa Timur saja, tapi sudah menjadi fatwa ulama secara nasional, yang diputuskan pada ijtima' ulama III pada 2009 di Padangpanjang, Sumatera Barat.

"MUI menganjurkan agar ikut pemilu, karena ikut pemilu berarti mengangkat pemimpin yang baik. Jangan pilih yang jelek," tuturnya.

Ia menyakini bahwa diantara calon pemimpin yang dinilai jelek, pasti ada yang lebih baik.

"Jangan sampai negeri ini tidak ada pemimpinnya. Kalau semua nggak ikut memilih dan yang terpilih jelek, maka ikut berdosa," tegasnya.

Abdussomad juga tidak setuju dengan istilah golput (golongan putih), karean orang golput belum tentu bersih. "Saya pribadi tidak setuju dengan istilah golput-golongan putih. Berarti yang memilih adalah golongan hitam. Golput bukan berarti membuat dirinya bersih dari yang memilih," katanya.

"MUI menganjurkan agar semua semua orang harus mendukung, ikut datang dan memilih. Siapa yang mau dipilih ya silahkan terserah," tandasnya sambil menambahkan, bahwa masyarakat harus diarahkan agar melek berpolitik yang baik.

(roi/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads