Putin Ragu akan Terselenggaranya Pemilu Irak
Rabu, 08 Des 2004 12:19 WIB
Jakarta - Pemilihan umum (pemilu) Irak menurut rencana akan digelar pada 30 Januari 2005 mendatang. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ragu akan kelangsungan penyelenggaraan pemilu di bawah "okupasi total" itu."Saya tidak bisa membayangkan bagaimana pemilu bisa diselenggarakan dalam kondisi okupasi total negara oleh pasukan-pasukan asing," cetus Putin dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Irak Iyad Allawi di Kremlin."Pada saat yang sama, saya tidak mengerti bagaimana Anda sendiri bisa memulihkan situasi di negeri tersebut dan mencegah disintegrasinya," ujar Putin kepada Allawi seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/12/2004).Meski begitu Putin menegaskan bahwa pemerintahnya mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyebutkan pemilu di Irak digelar pada 30 Januari 2005. Dikatakan Putin, Rusia tetap "siap mendukung upaya-upaya Anda untuk menstabilkan situasi di Irak."Allawi berkunjung ke Moskow untuk melancarkan hubungan diplomatik antara Rusia-Irak. Sebelumnya, pemimpin Irak itu telah melakukan misi serupa ke Jerman yang juga menentang invasi pimpinan AS ke Irak.Pejabat-pejabat Rusia menyatakan bahwa mereka akan mencoba memenangkan kembali kontrak minyak yang ditandatangani semasa rezim Saddam Hussein. Dan sebagai gantinya, Rusia berjanji akan menghapuskan 90 persen utang Irak era Uni Soviet.
(ita/)











































