Perempuan Muda Tewas di Pasar Baru dengan Jeratan Tali Tas

Perempuan Muda Tewas di Pasar Baru dengan Jeratan Tali Tas

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2014 15:41 WIB
Jakarta - Warga Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan muda. Perempuan yang baru tinggal di kos selama 5 hari tersebut ditemukan dengan jeratan tali tas berwarna merah di leher.

"Mayat sudah membusuk, ditemukan di lantai dengan kepala mengarah ke pintu kamar mandi," ujar Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga melalui rilis yang diterima detikcom, Rabu (12/3/2014).

Belum diketahui identitas korban. Warga sekitar juga belum mengenal siapa nama perempuan berkulit kuning langsat dengan rambut panjang berwarna hitam tersebut. Usia korban diperkirakan 20 tahun. Ia mengenakan kaos putih motif tas manik-manik biru bertuliskan Made in England, celana pendek ketat hitam dan kuku kaki memakai kuteks warna hijau muda.

"Korban menjadi penghuni kos Lim San Moy mulai tanggal 7 Maret sekitar 18.00 WIB, ingin kos selama 2 minggu, tapi bayar harian Rp 150 ribu," tutur Shinto.

Menurut keterangan saksi Syahrial, sebelum ditemukan tewas, korban ditemui oleh teman laki-lakinya. Pria tersebut membeli 2 nasi bungkus dan berjalan ke arah kos yang beralamat di Jalan Pos Utara No 3 D RT 04/01, Pasar Baru, Sawah Besar.

"Korban terlihat sering makan dengan teman laki-lakinya di warung Padang milik Syahrial yang berlokasi di depan kos," ucap Shinto.

Korban terakhir terlihat pada hari Minggu (9/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Heri yang merupakan pembantu pemilik kos melihat korban tengah duduk dan menelepon di ruang tamu lantai 2. Sedangkan kamar korban terletak di lantai 1. Menurutnya, setiap hari kondisi rumah kos tersebut selalu terkunci.

"Malamnya sekitar pukul 19.00 WIB, saksi Nur Rohim disuruh pemilik kos untuk menagih uang kos harian. Saksi membuka pintu sedikit, korban tidak terlihat, hanya terlihat sandal putih," tuturnya.

Kini korban dibawa ke RSCM untuk proses autopsi. "Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," tutup Shinto.

(kff/nrl)


Berita Terkait