"Bukan kubu-kubu. Wajar saja berkelompok begitu tapi basisnya tidak pada ideologis melainkan sosiologis. Penugasan aku ngurusnya buruh dan TKI, ya tidak bisa gabung dengan Tuan Putri. Puan kan high politic. Tidak ada urusan perbedaan garis hanya beda gaya saja," kata Eva kepada detikcom, Rabu (12/3/2014).
Eva menuturkan bahwa meski berbeda kelompok, ia dan Puan tetap sinergis karena berada dalam satu partai. Tidak akan ada yang berani saling menjegal karena sama-sama berada di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu Eva tak percaya isu bahwa Puan mengincar kursi cawapres Jokowi. Dia yakin semua elite PDIP patuh ke perintah Mega.
"Ora wani (tidak berani) sama Bu Mega. Ibu mau ke kanan, semua ke kanan. Kita memang tidak bisa membantah fakta bahwa nama yang nongol adalah Ibu Mega sama Pak Jokowi. Yang diperdebatkan hanya terkait prosedural, seperti debat deklarasinya sebelum atau sesudah Pileg," kata Eva.
(van/try)











































