Meski hanya sesaat, akhirnya lurah berparas ayu itu mengambil waktu istirahat dengan duduk santai di ruang kerjanya. Kepada detikcom Susan mengaku hingga kini tak menemukan persoalan berat dalam memimpin Lenteng Agung. Meskipun di awal menjabat sempat terjadi kontroversi dengan warga yang menolak kehadiran Lurah Susan.
Terkait wacana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon presiden 2014-2019, Susan mengaku sudah mendengarnya. “Kalau saya sih sebagai prajurit, apa yang terbaik buat kita semuanya. Setuju aja, mendukung (Jokowi). Tapi, kami juga nanti tetap dipantaulah, dilihat. Tapi, kan ada pak wagub yang naik otomatis mungkin masih mantau kita semua di Jakarta,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 3 April 1970 itu Selasa kemarin.
Susan mengaku tak khawatir dengan kelanjutan pembangunan di Jakarta jika nanti Jokowi jadi presiden. Apalagi yang akan menggantikan di DKI adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun ada beberapa catatan dari dia jika nanti mantan Bupati Belitung Timur itu jadi orang nomor 1 di Jakarta.
Ahok menurut dia harus didampingi seorang wakil gubernur yang memiliki sosok dan karakter sama dengan Jokowi. Tujuanya agar keduanya bisa saling melengkapi.
“Pak Ahok itu bagus, tegas. Sama sih pak Jokowi juga tegas. Cuma kan pak Jokowi lebih low profile. Mereka ini cocok, saling melengkapi,” kata ibu satu anak itu.
Bahkan dia pun berharap suatu saat Jokowi dan Ahok bisa berpasangan untuk memimpin negara ini. Menurut dia, Jokowi-Ahok adalah kombinasi yang pas dan tidak bisa ditinggalkan terlalu lama salah satunya.
Kinerja yang saling mengisi dan melengkapi dianggap sebagai kelebihan pasangan ini. “Kalau menurut saya cocok berdua itu pasangan dan gandengan buat mimpin bangsa Indonesia. Itu ya menurut saya kalau bisa jangan dilepas keduanya,” ujarnya.
Secara pribadi, Susan menilai Ahok adalah sosok yang tegas sehingga cocok memimpin Jakarta. Apalagi, saat dirinya ditolak oleh sejumlah warga Lenteng Agung karena alasan agama, Ahok adalah orang yang gigih memberikan dukungan. Bagi Ahok yang terpenting adalah bukti kerja nyata.
Dia menilai Ahok sebagai karakter yang bisa melihat orang lain dari kualitas pekerjaan. Hal ini yang membuat Susan memiliki semangat untuk membenahi kekurangan yang ada seperti sarana dan fasilitas umum di wilayah administrasi Lenteng Agung.
Selain itu, dia juga terus berupaya membenahi kinerja birokrat pegawai kelurahan yang lamban. “Saya bulan-bulan pertama sampai sekarang ya fokus untuk pembenahan kinerja ini. Sekarang sudah lumayan cepat. Asalkan data lengkap dari warga, enggak bakal dipersulit,” sebutnya.
(hat/erd)











































