Salah seorang dokter di RSUZA yang menangani korban, dr Imam, mengatakan, tim dokter berhasil mengangkat logam serpihan granat di kepala korban setelah dioperasi selama setengah jam. Usai operasi, kondisi Habibi sudah membaik.
"Serpihan kena selaput otak korban," kata Imam kepada wartawan ruang operasi RSUZA, Jalan Teuku Nyak Arief Banda Aceh, Rabu (12/3/2013).
Menurut dokter, jika tidak dioperasi dikhawatirkan akan berefek pada kesehatan korban kemudian hari karena serpihan yang ditemukan terkena otak. "Selaput otak korban robek makanya harus segera dioperasi," jelasnya.
Saat ini, korban masih berada di ruang operasi RSUZA. Meski serpihan sudah berhasil diangkat, Habibi belum dibawa keluar dari ruang operasi. Sejumlah keluarga korban masih menunggu di depan ruang operasi.
Habibi menjadi korban serpihan granat di Kantor Partai Aceh Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Lueng Bata Banda Aceh, Selasa (11/3). Hingga saat ini belum diketahui pelaku pelemparan granat tersebut.
(try/try)











































