"KPU dapat mandat dari UU menyusun kriteria sehat dan membentuk tim. KPU menyurati PB IDI, berembuk mendefinisikan sehat fisik seperti apa. Ada 14 perhimpunan spesialis yang dilibatkan," kata salah seorang anggota tim kesehatan capres pemilu 2004 dan 2009, Dr Danardi Sosrosumihardjo SpKJ.
Danardi menyampaikan hal ini dalam acara diskusi 'Mencari Pemimpin Negara yang Sehat Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial' di kantor PB IDI, Jl GYYS Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2014). Danardi kemudian menceritakan alasan KPU membentuk tim ini.
"Munculnya pas tahun 2004, karena ada yang tidak bisa melihat," kata dokter spesialis kejiwaan ini.
Tim pemeriksa kesehatan capres ini tidak hanya memeriksa kesehatan fisik para calon, seperti jantung, hati, paru-paru, mata, dan sebagainya, tapi juga memeriksa kondisi kejiwaan. Danardi adalah anggota tim pemeriksa kondisi kejiwaan capres, dia anggota tim psikiater.
"Waktu 2004 itu pemeriksaan satu calon dipegang tim yang terdiri dari 1 psikolog dan 2 psikiater. Satu calon diperiksa 4 jam, 1 jam wawancara dan 3 jam instrumen seperti kuisioner," kata psikiater ini.
Usia capres yang rata-rata di atas 50 tahun membuat tim kesehatan ini sulit medefinisikan 'sehat'. Alhasil para dokter berkumpul dan memusyawarahkan kriteria sehat. Menurut Danardi, mencari tahu arti sehat untuk usia 50 tahun ke atas tidak lah mudah.
"Sehat di sini kita tentukan berbeda dengan calon penerbang, tapi mampu, seperti disabilitas dan abilitas. Jadi kalau mata pasti astigmatis, plus atau minus 2-3 wajar, jantung penyempitan wajar 5 persen, 10 persen," kata Danardi.
Pemeriksaan kesehatan ini terkadang dikeluhkan para calon karena melelahkan. Namun ternyata, menurut Danardi, pemeriksaan kesehatan baik fisik maupun kejiwaan idealnya dengan gerakan atau exercise.
"Tes yang ideal itu diberi exercise karena itu yang benar. Ketika seseorang dibuat lelah itu muncul kondisi aslinya," papar pria kelahiran kota gudeg ini.
Lalu, apakah KPU telah menyurati IDI untuk membentuk tim kesehatan capres pemilu 2014? Danardi mengaku belum mengetahuinya.
"Belum ada rapat pembentukan tim kesehatan untuk tahun ini. Tapi saya siap kalau ditugasi kembali," tutup ayah dua anak ini.
(vid/trq)











































