Penelusuran mobil milik Latijo ini tidak butuh waktu lama. Sejumlah pembaca detikcom langsung memberikan respons, baik lewat komentar, pasangmata.com, komentar dan email redaksi. Semua menunjuk orang yang sama, yakni Latijo.
Pria mengaku berumur 50 tahunan ini memiliki mobil Toyota Corona tahun produksi 1980 tersebut sejak dua tahun lalu. Dia membelinya seharga Rp 25 juta.
"Setelah itu saya langsung modif sedikit-sedikit, dengan uang sisa belanja," terang Latijo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/3/2014).
Pria asal Cilacap, Jawa Tengah, ini memang punya hobi modifikasi. Tapi jangan salah, asesoris yang dipasang di mobilnya bukan yang dijual di toko, melainkan hasil kreasi sendiri, termasuk koin dan alat tempelnya.
"Saya pakai lem dari hasil racikan sendiri. Itu penelitiannya dua tahun buat bikin lem kaya gitu," terang lulusan SMK jurusan elektro ini.
Setiap hari, Latijo menggunakan mobil itu bekerja di kampus. Sontak kehadiran mobilnya selalu menjadi perhatian, baik dari pengendara lain atau mahasiswa yang ada di kampus. Tak sedikit juga yang mengajaknya foto-foto atau meminta nebeng.
"Saya memang punya hobi unik dari dulu," imbuhnya.
Latijo memastikan duit itu masih bisa digunakan. Dia hanya menempelnya untuk sekadar menambah keunikan.
Kemunculan mobil Latijo di jalanan Bekasi, Jabar, menarik perhatian pengendara mobil bernama Herry, Selasa (11/3) kemarin. Dia lalu mengirimkannya ke pasangmata.com.
#detikTif adalah program khusus detikcom yang berarti 'detektif interaktif'. Pembaca dapat berkontribusi menelusuri atau memberi informasi soal sosok misterius yang sedang dicari.
(mad/nrl)











































