Ahok Sebut Pejabat DKI Doyan Main Tender di Depan Penyumbang Bus

Ahok Sebut Pejabat DKI Doyan Main Tender di Depan Penyumbang Bus

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2014 23:53 WIB
Ahok Sebut Pejabat DKI Doyan Main Tender di Depan Penyumbang Bus
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengamuk kepada bawahannya. Ahok, sapaan akrab Basuki, bersikap demikian menyusul rencana bawahannya yang akan menerapkan pajak untuk 30 unit bus hibah perusahaan. Saking marahnya, Ahok menyebut pejabat DKI doyan main tender.

"Coba liat itu TransJakarta. Mereka selalu alasan pengadaan, pengadaan, pengadaan apa? Mau nyolong komisi saya kira. Saya nggak habis pikir itu. Dari Desember kendaraannya sudah siap. Sampai karoseri teriak-teriak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengamuk kepada bawahannya. Ahok, sapaan akrab Basuki, bersikap demikian menyusul rencana bawahannya yang akan menerapkan pajak untuk 30 unit bus hibah perusahaan. Saking marahnya, Ahok menyebut pejabat DKI doyan main tender.
mau diambil, dipersulit. Saya baru tahu pejabat pemprov gila ini. Orang mau nyumbang masih dipersulit. Ini nyumbang, bos. Tanpa APBD, sumbang. Anda butuh bus enggak?," kata Ahok dengan nada tinggi dalam pertemuan tersebut di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (11/3/2014).

Ahok marah sambil menunjuk-nunjuk bawahannya antara lain Kepala BPKD Endang Widjajanti, Kepala Dinas Pajak Iwan Setiawandi, Kepala Biro Hukum Sri Rahayu, dan Asisten Sekda Bidang Pembangunan Wiriyatmoko. Mereka terdiam dan susana menjadi sangat hening.

Ahok memarahi bawahannya di depan pihak pemberi bus. Mereka adalah perwakilan Telkomsel dan Roda Mas. Mereka pun lebih memilih diam. Tak berhenti di situ, Ahok yang masih tak menerima rencana pemberian pajak pada reklame di badan bus kembali memarahi bawahannya.

"Seluruh orang Indonesia harus tahu pegawai Pemprov DKI gendeng (gila). Masa ada orang yang mau sumbang bus dikenakan pajak. Heran saya dengan cara berpikir ini. Ini pejabat ini maunya apa?," ujar Ahok dengan wajah memerah karena marah.

Dengan perasaan sungkan para bawahannya menjelaskan pada Ahok mencoba memberikan penjelasan mengenai aturan pemberian pajak pada bus ini. Sayangnya, Ahok yang sudah terlanjur marah tetap tak menerima penjelasan tersebut. Ia akhirnya memberikan ultimatum agar para pejabat pemprov langsung memutuskan mau menerima bus tersebut atau tidak.

Alasannya, pihak pengusaha sudah bolak balik mengurus perijinan sejak Desember tahun 2013. 30 bus itu sudah siap diserahkan untuk dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan. Ia menyinggung perilaku pejabat pemprov yang menurutnya sering bermain tender dan seolah melupakan sumpah jabatannya.

"Anda ini diambil sumpah loh untuk bekerja. Tidak hanya digaji. Kalian diambil sumpah pakai kitab suci. Bukan seperti pegawai swasta," ucap Ahok dengan tegas.

Ahok pun meninggalkan ruangan karena tak puas dengan pertemuan tersebut. Setelah Ahok meninggalkan ruangan, PLT Sekda, Wiriatmoko melanjutkan pertemuan. Akhirnya disepakati untuk menerima bus tersebut dan tak dikenakan pajak.

(bil/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads