"Saya secara lisan sudah diberitahu sudah disetujui. Kita kan ajukan Rp 350 ribu honor untuk linmas, itu disetujui Rp 250 ribu," kata komisioner KPU Arief Budiman di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Selasa (11/3/2013).
"Kita minta cepat untuk memproses (pencairan anggaran) ini. Ketika pencairannya terlambat itu juga tidak memberi arti apa-apa. Minggu ini," imbuhnya.
Dua orang satuan linmas itu nantinya sesuai amanah Undang-undang adalah hanya menjaga ketertiban. Dalam hal pemilu berbeda dengan polisi, linmas nantinya akan menjaga ketertiban proses pemungutan dan penghitungan suara dari dalam TPS.
"Persetujuan (anggaran) belum dapat tertulis, tapi urusan dengan Kemenkeu sudah selesai. Tinggal dapat persetujuan DPR, karena nambah pagu secara total," ujarnya.
"Secepatnya. Kemungkinan dalam 2-3 hari ini akan segera dibicarakn dengan DPR," imbuh Arief.
Arief mengatakan, jika dana untuk honor Linmas itu cair, maka distribusi dananya langsug kepada KPU Kabupaten/Kota tidak melalui KPU RI. Sehingga KPU Kab/Kota bisa langsung merekrut Linmas.
"Jadi kami meminta supaya anggaran itu langsung didistrbusikan ke Dipa KPU Kab/kota. Jadi kami nggak perlu pegang uangnya. Karena kalau masuk kita, kita transfer lagi butuh waktu," paparnya.
"Minggu-mingu ini sudah harus terkirim. Kalau tanggal 17 (Maret) sudah terkirim, daerah kan sebenarnya sudah siap untuk bicara dengan pemerintah setempat yang ngurusin Linmas," imbuh Arief.
Sebelumnya, KPU mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp 1,7 triliun untuk kebutuhan pengadaan 2 orang personel linmas di TPS dan biaya pendirian TPS. Anggaran tersebut disetujui Kemeneku sebesar Rp 1,3 triliun dari Rp1,7 triliun yang diajukan oleh KPU.
(iqb/ahy)











































