Pelaku yang melakukan perusakan posko PDIP di di Jl Ki Mangun Sarkoro, Pakualaman, Yogyakarta ternyata masih simpatisan PDIP. Pelaku telah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pakualaman Yogyakarta hingga petang.
Kapolsek Pakualaman, Kompol Wandi mengatakan, pelaku bernama Tri Kuncoro alias Bagong, merupakan simpatisan PDIP dan sudah mengenal pemilik rumah cukup lama sekitar 2 tahun lalu. Pelaku yang beralamat di Sorosutan UH Yogyakarta tersebut, tidak berniat melakukan perusakan posko. Aksi ini dilakukan karena masalah pribadi, bukan masalah partai.
"Urusan pribadi, dia nyari pemilik rumah yang bernama Ande. Karena gak ketemu jengkel, keluar sambil menyeroboti spanduk parpol dan lainya. Bukan merusak posko, alat peraga saja," kata Kompol Wandi di Mapolsek Pakualaman Yogyakarta, Selasa(11/3/2014).
Sementara, dua orang lain yang saat itu bersama pelaku sebagai teman. Dan tidak ikut masuk atau melakukan perusakan.
Karena sesama warga sendiri, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan di kantor Polisi. Mediasi dilakukan dengan mempertemukan tokoh-tokoh warga dan juga PDIP.
Laporan ke Kepolisian pun kemudian dicabut oleh pelapor dan sanggup menyelesaikan secara kekeluargaan. Aksi perusakan terhadap alat peraga kampanye juga tidak jadi dilaporkan ke Panwaslu, karena semua sudah diselesaikan.
"Kita mediasi, selesai secara kekeluargaan. Laporan sudah dicabut. Yang saya khawatirkan itu kalau pelaku beda partai, bisa berat,"katanya.
Selama pemeriksaan berlangsung, masa PDIP nampak berkumpul di Mapolsek Pakualaman. Sehingga sempat didatangkan tambahan pengamanan kepolisian satu truk untuk melakukan antisipasi.
Sebelumnya, Posko PDIP yang terletak di Jl Ki Mangun Sarkoro, Pakualaman, Gunung Ketur Yogyakarta, dirusak pada Selasa dinihari sekitar pukul 01:30 WIB. Kelompok tersebut datang menggunakan satu mobil yang diparkir didepan posko.
Tim Advokasi DPD PDIP DIY, Tengku Wahyudi mengatakan, pelaku yang turun dari mobil dua orang. Satu orang masuk kedalam posko dalam kondisi mabuk. Dan sambil berteriak-berteriak mencari pemilik rumah.
Pelaku menyobek spanduk dan menurunkan spanduk, serta nyaris melakukan pembakaran spanduk bergambar Mega dan juga Jokowi. Pintu rumah juga didobrak oleh pelaku.
(ahy/ahy)











































