Annan Tegaskan Takkan Mundur
Rabu, 08 Des 2004 09:50 WIB
Jakarta - Desakan mundur bagi Sekjen PBB Kofi Annan terus mengalir. Lima anggota parlemen AS turut mendesak Annan untuk mundur sehubungan dengan dugaan korupsi dalam program PBB untuk Irak. Namun Annan menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur.Annan mengatakan, dirinya akan melanjutkan kepemimpinan PBB untuk dua tahun mendatang. "Saya punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan saya terus bekerja," ujar Annan ketika ditanyai mengenai desakan mundur bagi dirinya. "Kami punya agenda besar tahun depan, dan tahun selanjutnya, berusaha mereformasi organisasi ini. Jadi kami akan terus," tandas pemimpin badan dunia itu seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (8/12/2004).Lima anggota DPR AS (House of Representatives dari partai Republik mendukung seruan seorang Senator AS agar Annan meletakkan jabatannya, sehubungan dengan dugaan korupsi dalam program minyak untuk pangan bagi Irak yang diawasi PBB. Presiden AS George W Bush sendiri meski tidak menyinggung agar Annan mundur, namun ia juga enggan menyatakan dukungan bagi Annan untuk terus menjabat.Sementara di luar AS, sebagian besar negara anggota PBB secara lugas menyatakan dukungan bagi Annan untuk terus mempertahankan posisinya. Negara-negara besar yang juga memberikan dukungan tersebut adalah Inggris, Prancis, Jerman dan Cina serta negara-negara Arab.Program minyak untuk pangan dimulai pada tahun 1996 silam. Program yang diawasi PBB itu bertujuan membantu rakyat Irak dalam menghadapi sanksi ekonomi yang dijatuhkan PBB setelah negeri itu menginvasi Kuwait. Di bawah program tersebut, pemerintahan Saddam Hussein diizinkan untuk menjual minyak, yang hasilnya sebagian besar digunakan untuk membeli pangan, obat-obatan dan barang-barang kebutuhan lainnya.
(ita/)











































