"Mengapa bilang makan hatinya setelah lima tahun berjalan? Aneh bin ajaib, makan hati selama lima tahun," kata Ketua DPP Golkar Hajriyanto Thohari melalui pesan singkat, Selasa (11/3/2014).
Hajriyanto menduga SBY berharap koalisi selalu seiya sekata dalam semua isu. Pada kenyataannya, tak semua parpol menyikapi permasalahan dengan sama.
"Mungkin beliau mengharapkan sebuah koalisi yang benar-benar kompak dalam semua isu dan masalah, persis seperti kekompakan sebuah parade baris-berbaris pasukan TNI di mana setiap aba-aba komandan akan diikuti dengan serempak dan kompak," sindirnya.
Hajriyanto menuturkan bahwa selama ini koalisi kompak dalam beberapa isu, tetapi ada juga isu yang disikapi secara berbeda. Itu hal yang wajar dalam menciptakan stabilitas sehingga seharusnya diapresiasi.
"Relatif kompak dalam beberapa isu, tapi pada beberapa isu yang lain sikap parpol-parpol berbeda dan tidak kompak. Itu wajar-wajar saja. Maka dari itu koalisi telah berjasa sangat besar untuk mewujudkan stabilitas politik sepanjang 5 tahun pemerintahan SBY. Dan itu mestinya diapresiasi, bukannya dikatakan makan hati," ujar pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini.
Presiden SBY yang juga Ketum Partai Demokrat (PD) buka-bukaan soal bangunan koalisi pemerintahan selama ini. SBY berpesan agar presiden selanjutnya berhati-hati dalam menentukan koalisi.
"Pesan saya kepada pengganti saya nanti, harus sangat sabar. Koalisi ini problematik, kadang-kadang juga makan hati. Tapi pilihannya untuk saat ini masih diperlukan oposisi. Jadi pesan saya kepada sahabat saya nanti, hati-hati dalam mencari partner dalam koalisi," ujar SBY saat bertemu dengan Chairul Tanjung dan Forum Pemimpin Redaksi di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Senin (10/3/2014).
(trq/trq)











































