Wuss! Makasar-Mamasa Cuma 1 Jam

Wuss! Makasar-Mamasa Cuma 1 Jam

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2014 13:29 WIB
Wuss! Makasar-Mamasa Cuma 1 Jam
Ilustrasi
Makassar - Kementerian perhubungan telah membuka rute penerbangan perintis Makassar-Mamasa. Perjalanan tersebut cukup ditempuh dalam waktu satu jam. Jika lewat jalur darat, rute Makassar-Mamasa ditempuh dalam waktu yang cukup lama yaitu sekitar 8 jam.

detikcom, pada Selasa (11/3/2014), berkesempatan melakukan penerbangan perdana bersama rombongan Wamenhub Bambang Susantono terbang mengunakan pesawat Twin Outter. Rombongan berangkat melalui bandara lama Sultan Hasanudin Makassar. Penerbangan sendiri mengunakan salah satu maskapai pemenang tender yakni Aviastar.

Pesawat berukuran kecil tersebut hanya bisa diisi dengan kapasitas penumpang 18 orang. Setelah 1 jam di udara, rombongan pun mendarat dengan mulus di Bandara Sumarorong Kab Mamasa.

Perlu diketahui dalam tender tahun ini, Kemenhub menganggarkan Rp 350 miliar untuk subsidi biaya operasi penerbangan. Setidaknya ada 170 rute penerbangan perintis dari 22 provinsi di Indonesia.

"Dengan dibuka rute jalur udara ini dari Makassar ke Mamasa dapat ditempuh satu jam. Jika dibandingkan harus melalui jalur darat harus menempuh 8 jam perjalanan," ujar Bambang disela-sela penerbangan, Selasa (11/3/2014).

Bambang menuturkan dengan adanya rute penerbangan perintis rute Makasar-Mamasa. Hal itu dapat membuka kemudahan aksesbilitas masyarakat setempat. "Dengan dibuka rute baru ini akan mempermudah aksebilitas ke Mamasa. Sehingga komoditas-komoditas dari Mamasa dapat dibawa melalui jalur udara, meski tidak semua komoditas karena nantinya akan ada pemisahan market," tuturnya.

Secara terpisah dalam sambutannya Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengapresiasi adanya bandara Sumarorong di Mamasa. Menurutnya hadirnya bandara di Kabupaten Mamasa adalah hasil kerja keras masyarakat.

"Kita mulai penerbangan dan pendaratan perdana yang dilakukan Wakil Menteri Perhubungan bersama sebagai langkah telah maju kabupaten Mamasa untuk menyambut Mamasa yang lebih baik," kata Anwar dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu ia pun meminta untuk Kementerian Perhubungan tidak berhenti dalam pembangunan bandara tersebut. Namun bisa dikembangkan menjadi lebih besar. "Andai ada anggapan penerbangan perdana dan terakhir itu pandangan tidak benar atau saya dapat katakan keliru karena dengan adanya bandara ini akan dapat mengangkat harkat martabat daerah-daerah lain di Sulawesi Barat," tutupnya.

(edo/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads