"Koalisi yang sekarang memang terlalu gemuk. Koalisi terlalu gemuk membuat badan tambun jadi tertatih-tatih. Mau memutuskan jadi lamban," kata Sekjen PPP Romahurmuzy saat dihubungi, Selasa (11/3/2014).
Politisi yang biasa dipanggil Romi ini merasa rapat-rapat koalisi selama ini terlalu banyak dan tak efektif sehingga sulit mengambil keputusan.
"Koalisi ke depan tidak usah terlalu gemuk karena Indonesia sistemnya presidential. Bukan didasari dukungan parpol di dewan, tapi rakyat. Seharusnya kabinet dari koalisi ramping saja dan dilengkapi unsur profesional. Tiap kebijakan dinegosiasikan dengan dewan sehingga tidak perlu terlalu banyak melakukan rapat koalisi," ujar Romi.
Presiden SBY yang juga Ketum Partai Demokrat (PD) buka-bukaan soal bangunan koalisi pemerintahan selama ini. SBY berpesan agar presiden selanjutnya berhati-hati dalam menentukan koalisi.
"Pesan saya kepada pengganti saya nanti, harus sangat sabar. Koalisi ini problematik, kadang-kadang juga makan hati. Tapi pilihannya untuk saat ini masih diperlukan oposisi. Jadi pesan saya kepada sahabat saya nanti, hati-hati dalam mencari partner dalam koalisi," ujar SBY saat bertemu dengan Chairul Tanjung dan Forum Pemimpin Redaksi di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Senin (10/3/2014).
(trq/trq)











































