"Untuk mempersiapkan konsep pembangunan Indonesia ke depan, sekaligus mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden 2014," ujar Presidium Seknas Jokowi, Dadang Julian di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2014).
Sejumlah akademisi diundang di acara ini. Mereka berasal dari sejumlah universitas di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, UGM, Universitas Dharmawangsa Sumut, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Para akademisi tersebut antara lain Prof MP Tjondronegoro, Dr Gunawan Wiradi, Prof Toeti Heraty, Prof Wuryadi, Prof Hasyim Jalal, dan Prof Rohmin Dahuri.
Acara berformat diskusi panel ini akan membahas 11 tema yakni geopolitik Indonesia sebagai negara maritim, negara demokrasi, reforma agraria dan lingkungan hidup. Mereka juga akan membahas tema infrastruktur, industri dan perdagangan, energi, pangan, pendidikan dan kebudayaan, kependudukan, riset dan teknologi keuangan.
Hadir pula dalam acara ini Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto sebagai pembicara. Dalam sambutannya, Sidarto sempat menceritakan pengalamannya saat bersekolah di Amerika Serikat atas beasiswa dari Presiden 1 Soekarno.
Di masa Soekarno, memang banyak pemuda Indonesia yang dikirim ke luar negeri untuk belajar.
Dia mengaku saat itu sering mendapat pertanyaan saat masih tinggal di Amerika, mengapa Soekarno tak mau mengundang modal asing?
Dia kemudian mencoba menanyakan hal itu kepada Bung Karno.
"Saya tidak anti modal asing. Saya kirim kalian ke luar negeri, saya tunggu Anda datang, agar mumpuni, agar siap dengan sistem," ujar Sidarto menirukan ucapan Soekarno kepadanya.
"Saya worry, (kalau tidak siap) kita tidak bisa mengendalikan modal asing, tapi modal asing yang mengendalikan kita," imbuhnya, masih menirukan Bung Karno.
(sip/trq)










































