4 'Nyanyian Kode' Pencapresan Jokowi

4 'Nyanyian Kode' Pencapresan Jokowi

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2014 10:07 WIB
4 Nyanyian Kode Pencapresan Jokowi
Jakarta - Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Joko Widodo hampir selalu menjawab segala pertanyaan soal pencapresan dirinya dengan jawaban "Nggak mikir". Namun makin dekat dengan waktu pelaksanaan Pemilu 2014, tren jawaban Jokowi berubah.

Kalimat "nggak mikir" hampir tak pernah terdengar lagi keluar dari bibirnya. Jawaban-jawaban Jokowi, walau masih belum terang benderang, tapi sudah menunjukkan kode-kode yang lebih terarah.

Simak saja jawaban pria 52 tahun itu saat ditanya wartawan soal tanggal deklarasi pencapresan, Jokowi tak lagi mengelak. Meski dia tak menjawab dengan menyebut tanggal, namun jelas bahwa eks wali kota Solo itu hanya bermain rahasia, bermain 'nyanyian kode'.

"Tanggalnya, kira-kira...," kata Jokowi usai peluncuran buku biografi Surya Paloh di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (10/3/2014) malam. Dia tak melanjutkan kalimatnya dengan keterangan tanggal pencapresannya. Namun kalimatnya itu menunjukkan tren jawaban yang makin mengarah ke kepastian pencapresan.

Selain pada momen itu, ada beberapa momen lain 'nyanyian kode' Jokowi soal pencapresannya. Berikut momen-momen tersebut:

1. "Sudah, eh belum...belum,"

Jokowi sempat keceplosan bicara saat dicecar wartawan soal pencapresannya. Jokowi awalnya mengarahkan agar wartawan mencari jawaban ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Belum. Tanyakan ke Ibu Ketum, ke Ibu Mega, karena kewenangan ada di beliau," kata Jokowi saat ditanya apakah dirinya sudah resmi jadi capres PDIP dan tinggal menunggu deklarasi.

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/3/2014).

Saat ditanya untuk kedua kalinya pun Jokowi enggan menjawab jelas. "Ya tanya ke pusat," katanya.

Wartawan lalu melempar pertanyaan ketiga."Apa Bapak sudah tahu bakal dicapreskan PDIP?"

Atas pertanyaan ini, Jokowi meneluarkan 'kode'. "Sudah, eh...belum...belum," jawabnya sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

1. "Sudah, eh belum...belum,"

Jokowi sempat keceplosan bicara saat dicecar wartawan soal pencapresannya. Jokowi awalnya mengarahkan agar wartawan mencari jawaban ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Belum. Tanyakan ke Ibu Ketum, ke Ibu Mega, karena kewenangan ada di beliau," kata Jokowi saat ditanya apakah dirinya sudah resmi jadi capres PDIP dan tinggal menunggu deklarasi.

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/3/2014).

Saat ditanya untuk kedua kalinya pun Jokowi enggan menjawab jelas. "Ya tanya ke pusat," katanya.

Wartawan lalu melempar pertanyaan ketiga."Apa Bapak sudah tahu bakal dicapreskan PDIP?"

Atas pertanyaan ini, Jokowi meneluarkan 'kode'. "Sudah, eh...belum...belum," jawabnya sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

2. "Saya Sampaikan ke Bu Mega, Kader PDIP Minta Saya Jadi Capres"

Sejumlah kader PDI Perjuangan di Riau meminta agar Jokowi segera dideklarasikan sebagai capres sebelum Pileg. Sebab, menurut mereka, deklarasi Jokowi akan mendongkrak suara di Pileg 9 April 2014 mendatang.

"Kalau bisa Pak Jokowi ini sebelum hari H Pileg, harus sudah ditetapkan jadi capres. Karena nanti bisa mendongkrak suara di Pileg," kata seorang kader PDIP ketika diminta menyampaikan pesannya kepada Jokowi di atas podium dalam acara "Pembekalan Caleg se-Riau" di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Sabtu (8/3/2014).

Mendapat dorongan dari para kader di Riau, Jokowi hanya terseyum di tempat duduknya bersama jajaran pengurus PDIP Riau.

"Nanti permintaan kader PDIP di Riau ini tak sampaikan ke Ibu Megawati Soekarnoputri," jawab Jokowi disambut tepuk tangan.

"Begini ya. Soal mekanisme capres itu di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan. Mekanismenya ada di DPP," kata Jokowi.

"Tapi nanti tak sampaikan ke Bu Mega, kalau kader PDI Perjuangan di Riau meminta saya jadi capres," kata Jokowi sambil tersenyum yang disambut gemuruh para kader.

Dua hari kemudian, di Jakarta, Jokowi ditanya soal janjinya kepada kader PDIP Riau. Secara tersirat ia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut.

"Sudah dilaporkan dari bawah mohon minta seperti apa," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2014).

2. "Saya Sampaikan ke Bu Mega, Kader PDIP Minta Saya Jadi Capres"

Sejumlah kader PDI Perjuangan di Riau meminta agar Jokowi segera dideklarasikan sebagai capres sebelum Pileg. Sebab, menurut mereka, deklarasi Jokowi akan mendongkrak suara di Pileg 9 April 2014 mendatang.

"Kalau bisa Pak Jokowi ini sebelum hari H Pileg, harus sudah ditetapkan jadi capres. Karena nanti bisa mendongkrak suara di Pileg," kata seorang kader PDIP ketika diminta menyampaikan pesannya kepada Jokowi di atas podium dalam acara "Pembekalan Caleg se-Riau" di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Sabtu (8/3/2014).

Mendapat dorongan dari para kader di Riau, Jokowi hanya terseyum di tempat duduknya bersama jajaran pengurus PDIP Riau.

"Nanti permintaan kader PDIP di Riau ini tak sampaikan ke Ibu Megawati Soekarnoputri," jawab Jokowi disambut tepuk tangan.

"Begini ya. Soal mekanisme capres itu di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan. Mekanismenya ada di DPP," kata Jokowi.

"Tapi nanti tak sampaikan ke Bu Mega, kalau kader PDI Perjuangan di Riau meminta saya jadi capres," kata Jokowi sambil tersenyum yang disambut gemuruh para kader.

Dua hari kemudian, di Jakarta, Jokowi ditanya soal janjinya kepada kader PDIP Riau. Secara tersirat ia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut.

"Sudah dilaporkan dari bawah mohon minta seperti apa," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2014).

3. "Tanggalnya Kira-kira..."

Jokowi bermain rahasia saat wartawan bertanya soal deklarasi pencapresannya. Awalnya pengusaha mebel ini seolah akan menjawab pertanyaan wartawan, namun kemudian mengalihkan jawabannya.

"Tanggalnya, kira-kira...," kata Jokowi yang berhenti berucap sejenak saat ditanya wartawan usai peluncuran buku biografi Surya Paloh di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (10/3/2014) malam.Β  Kemudian Jokowi melanjutkan jawabannya.

"Nggak tahu," sambung Jokowi. Sontak para wartawan tertawa melihat cara Jokowi menjawab.

Ketika ditanya lebih lanjut, dirinya menyarankan agar menanyakan hal itu ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ditanyakan ke beliaulah (Megawati). Itu kewenangan Ketum," katanya.

Lalu bagaimana dengan kunjungan senior PDIP, Sidarto Danusubroto dan Pramono Anung ke rumahnya pada Jumat (7/3) tempo hari? Bukankah itu membawa pesan Megawati terkait pencapresan?

"Oh, itu soal undangan ke Jawa Timur, ada undangan apa gitu," jawab Jokowi.

3. "Tanggalnya Kira-kira..."

Jokowi bermain rahasia saat wartawan bertanya soal deklarasi pencapresannya. Awalnya pengusaha mebel ini seolah akan menjawab pertanyaan wartawan, namun kemudian mengalihkan jawabannya.

"Tanggalnya, kira-kira...," kata Jokowi yang berhenti berucap sejenak saat ditanya wartawan usai peluncuran buku biografi Surya Paloh di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (10/3/2014) malam.Β  Kemudian Jokowi melanjutkan jawabannya.

"Nggak tahu," sambung Jokowi. Sontak para wartawan tertawa melihat cara Jokowi menjawab.

Ketika ditanya lebih lanjut, dirinya menyarankan agar menanyakan hal itu ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ditanyakan ke beliaulah (Megawati). Itu kewenangan Ketum," katanya.

Lalu bagaimana dengan kunjungan senior PDIP, Sidarto Danusubroto dan Pramono Anung ke rumahnya pada Jumat (7/3) tempo hari? Bukankah itu membawa pesan Megawati terkait pencapresan?

"Oh, itu soal undangan ke Jawa Timur, ada undangan apa gitu," jawab Jokowi.

4. "Saya Titip Jakarta ke Bapak dan Ibu"

Ada kalimat yang tak biasa dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan kepada jajaran PNS DKI. Dia sempat dua kali mengatakan "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu" di depan ratusan PNS DKI di Balaikota.

Hal itu diucapkan Jokowi saat memberikan pengarahan ke PNS DKI yang terbagi dalam dua sesi. Pertama, pengarahan ke PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Pembangunan. Kedua, kepada PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian di ruang Balai Agung, Balaikota DKI, Senin (10/3/2014). Hadir juga beberapa pejabat Eselon III dan IV Pemprov DKI.

Awalnya, Jokowi banyak berbicara mengenai berbagai persoalan yang dia temukan selama blusukan keliling Jakarta di depan PNS di bawah Asisten Bidang Pembangunan. Dengan raut muka serius, Jokowi tiba-tiba melontarkan kalimat tersebut.

"Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ujar Jokowi yang mengenakan seragam Linmas PNS warna hijau.

Ratusan PNS tersebut tampak serius mendengarkan paparan Jokowi tersebut. Pengarahan Jokowi kembali dilanjutkan dengan materi terkait dengan hal-hal yang dia temukan saat blusukan.

Setengah jam berlalu, Jokowi kembali duduk. PNS peserta pemaparan tersebut lalu berganti. Kali ini giliran PNS di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian. Dalam pemaparannya, Jokowi masih menggunakan materi yang sama, perihal permasalahan Jakarta yang dia temukan selama blusukan.

Lalu tiba-tiba dia kembali mengutarakan kalimat titip Jakarta ke para PNS tersebut. "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ucapnya.

Kenapa Jokowi mengutarakan kalimat tersebut?

"Ndak, saya hanya spontan. Itu kan cuma kata-kata saja," jawabnya saat ditanyai awak media usai acara.

4. "Saya Titip Jakarta ke Bapak dan Ibu"

Ada kalimat yang tak biasa dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan kepada jajaran PNS DKI. Dia sempat dua kali mengatakan "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu" di depan ratusan PNS DKI di Balaikota.

Hal itu diucapkan Jokowi saat memberikan pengarahan ke PNS DKI yang terbagi dalam dua sesi. Pertama, pengarahan ke PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Pembangunan. Kedua, kepada PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian di ruang Balai Agung, Balaikota DKI, Senin (10/3/2014). Hadir juga beberapa pejabat Eselon III dan IV Pemprov DKI.

Awalnya, Jokowi banyak berbicara mengenai berbagai persoalan yang dia temukan selama blusukan keliling Jakarta di depan PNS di bawah Asisten Bidang Pembangunan. Dengan raut muka serius, Jokowi tiba-tiba melontarkan kalimat tersebut.

"Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ujar Jokowi yang mengenakan seragam Linmas PNS warna hijau.

Ratusan PNS tersebut tampak serius mendengarkan paparan Jokowi tersebut. Pengarahan Jokowi kembali dilanjutkan dengan materi terkait dengan hal-hal yang dia temukan saat blusukan.

Setengah jam berlalu, Jokowi kembali duduk. PNS peserta pemaparan tersebut lalu berganti. Kali ini giliran PNS di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian. Dalam pemaparannya, Jokowi masih menggunakan materi yang sama, perihal permasalahan Jakarta yang dia temukan selama blusukan.

Lalu tiba-tiba dia kembali mengutarakan kalimat titip Jakarta ke para PNS tersebut. "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ucapnya.

Kenapa Jokowi mengutarakan kalimat tersebut?

"Ndak, saya hanya spontan. Itu kan cuma kata-kata saja," jawabnya saat ditanyai awak media usai acara.
Halaman 2 dari 10
(trq/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads