Dikeroyok Saat Gerebek Perjudian, Kanit: Saya Nggak Apa-apa

Dikeroyok Saat Gerebek Perjudian, Kanit: Saya Nggak Apa-apa

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2014 09:20 WIB
Dikeroyok Saat Gerebek Perjudian, Kanit: Saya Nggak Apa-apa
Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga saat jumpa pers (ist)
Jakarta - Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar Aiptu Reza Fahlevi menjadi korban pengeroyokan saat dirinya bersama tim buser hendak menggerebek lokasi perjudian di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ada 8 orang yang diduga komplotan penjudi menghantamkan pukulan ke Reza dan seorang anggota buser.

Walau dikeroyok sedemikian rupa, Reza mengaku hal itu sudah menjadi resiko pekerjaannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Para pelaku pun sudah ditangkap.

"Saya nggak apa-apa," kata Reza saat dihubungi detikcom, Selasa (11/3/2014).

8 Pelaku itu adalah JFS alias Oong (55), BC (59, ED alias Akok (57, SU alias Aheng (47), AN (47), KL alias Alung (50), JT (45), ASS (41). Semuanya mendekam di tahanan Mapolsek Sawah Besar.

Menurut Reza, pengeroyokan terjadi karena saat itu dirinya dalam tugas penyamaran. Sehingga para pelaku nekat membuat wajah Reza memar.

"Itu (dikeroyok) hal yang wajar karena saya ke sana dalam penyamaran," ujar Reza.

Seperti yang diketahui, pengeroyokan ini terjadi pada Jumat (7/3) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Para pelaku kaget karena ada penggerebekan tersebut lalu gelap mata memukul polisi.

"Kedelapan pelaku memiliki peran berbeda-beda. Ada yang bertugas sebagai penjaga pintu, pemain, bandar hingga pemilik rumah," kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Shinto Silitonga.

(vid/mad)


Berita Terkait