"Masyarakat sekitar tenang-tenang saja," kata Kepala Badan Geologi Surono saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (11/3/2014).
Surono melanjutkan, masyarakat sudah mendapat informasi yang jelas soal aktivitas Slamet. Masyarakat juga tetap beraktivitas normal, tak risau soal status gunung itu.
"Sosialisasi sudah dilakukan," tambahnya.
Persis sejak Senin (10/3), status gunung ini naik dari level normal menjadi waspada. Pihak BNPB bahkan melansir gunung yang berada di Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang, ini sudah mengalami gempa 450 kali selama 3 hari.
Pihak pengelola wisata Gunung Slamet dari pos di Purbalingga juga sudah menutup aktivitas pendakian. Para pendaki yang hendak naik diminta mengurungkan niatnya, sedang yang sudah berada di puncak diminta segera turun.
(fjp/vid)











































