"Saya termasuk orang yang percaya pada survei. Banyak figur bilang itu pesanan dan seterusnya, saya percaya," kata sang presiden.
Pria yang akrab disapa SBY tersebut menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan Forum Pemred di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tandean, Jaksel, Senin (10/3/2014) malam. Chairul Tanjung turut hadir dalam pertemuan ini.
"Saya merujuk pada tiga lembaga survei yang menurut saya cukup objektif dan kredibel dari segi metodologinya, sample-nya, dan dari segi scientific factor-nya," ujar SBY menambahkan.
Alasan SBY percaya pada hasil survei karena ketika dirinya mengeluarkan kebijakan yang tidak populer, seperti menaikan harga BBM pada tahun 2005 dan 2008 lalu, popularitasnya menurun. Sementara ketika kebijakan populer dikeluarkan, popularitas dirinya kembali naik.
"Sejak 2004 sampai dengan sekarang, Saya punya base line itu 50 sampai 60 persen. Itu dari survei-survei kepala negara sebelumnya tergolong oke," ujar SBY.
Sementara terkait hasil survei terhadap popularitas Partai Demokrat, SBY berharap hasilnya terus meningkat. Walau begitu, SBY mengaku menerima apapun hasil survei yang ada.
"Saya terus berikhtiar agar partai ini tidak jauh jaraknya dengan partai-partai besar. Kemudian, kalau Saya pikir patut untuk menampilkan yang bisa dicalonkan (untuk jadi presiden), Saya akan bisa menerima apapun hasilnya nanti. Saya tidak ingin kalau kecil mengatakan curang,' tutup SBY.
(vid/kff)











































