"Bacaan saya, kecuali dalam 1,5 bulan ada peristiwa yang dramatis, no single political party yang akan sangat dominan,"kata SBY saat bertemu Chairul Tanjung dan forum Pemimpin Redaksi di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta, Senin (10/3/2014).
Dalam hitung-hitungan SBY, perolehan suara parpol di Pemilu 2014 terdistribusi merata. SBY tak yakin ada parpol yang mampu menembus 30 persen suara.
"Jadi jangan dibayangkan ada parpol mencapai 30 persen kemudian nomor dua 20 persen, ketiga 5 persen. Seperti itu tidak saya lihat. I'am maybe wrong, lihat saja nanti," kata SBY.
Menurut SBY, jelang pemilu semua bisa terjadi. Ia mencontohkan suara Fauzi Bowo yang tiga bulan sebelum Pilgub DKI mencapai 50 persen bosa disalip Jokowi.
"Pak Jokowi yang 30 persen selama tiga bulan bisa menyalin, artinya bisa berubah. Pilgub Jatim, Pakde Karwo tiga bulan sebelum Pilgub sekitar 50 persen, Ibu Khofifah baru 25 persenan. Kemudian dalam waktu 3 bulan naik jadi 37 persen dan Pakde Karwo 47 persen," papar SBY.
"My point is. Dalam 1,5 bulan ini anything maybe happen, terpulang kepada apa yang dilakukan pemimpin politik," lanjut SBY.
Dia menegaskan kembali prediksinya, bahwa di Pileg nanti tidak akan ada parpol yang sangat dominan. "Tidak ada yang sangat dominan, yang kemudian bisa mengatur segala-galanya, yang seolah-olah bisa mengatur sendiri negara ini baik di parlemen maupun eksekutif," tegas SBY.
(van/jor)











































