"APBD kita sudah cair dan itu jumlahnya besar sekali Bapak Ibu, Rp 72 triliun," kata Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan pada ratusan PNS DKI di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (10/3/2014).
Ia ingin anggaran tersebut dimaksimalkan oleh bawahannya dengan langsung bergerak merealisasikan program yang telah dirancang. Ia tak ingin APBD 2014 memiliki SiLPA yang tinggi.
"Saya harap tak ada SiLPA di APBD 2014. Jangan seperti tahun kemarin, SiLPA sampai Rp 7 triliun," imbau Jokowi.
Karena itu, ia mengumpulkan seluruh bawahannya untuk menyelaraskan keinginannya menata Jakarta. Tujuan pengarahan tersebut agar Eselon III dan Eselon IV setara Kepala Seksi, Kepala Suku Dinas dan setaranya bergerak cepat dan mengubah pola kerjanya selama ini. Ia tak ingin ada sistem kerja 'kebut' di akhir tahun anggaran seperti yang sering terjadi.
"Minggu ini APBD rampung, tahapan pelaksanaan semuanya segera dimulai. Jangan seperti lalu-lalu. Mainnya di akhir tahun, November- Desember jangan diulangi nggak baik. Kalau kerjanya kebut-kebutan, yang kontruksi harusnya di bulan kering, diundur-undur nggak tau kapan. Saya sudah 9 tahun ngurusin itu. Sekda, Bagian keuangan, asisten harus dilakukan awal. Akhir November waktunya untuk evaluasi yang kurang-kurang. Bukannya baru mulai," terang Jokowi.
SiLPA APBD DKI 2013 bernilai Rp 8 triliun. Angka ini karena adanya tambahan pendapatan pajak senilai Rp 1 triliun dari angka yang ada yakni Rp 7 triliun dari total anggaran Rp 50,1 triliun .
(bil/jor)











































