Hal itu diucapkan Jokowi saat memberikan pengarahan ke PNS DKI yang terbagi dalam dua sesi. Pertama, pengarahan ke PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Pembangunan. Kedua, kepada PNS yang berada di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian di ruang Balai Agung, Balaikota DKI, Senin (10/3/2014). Hadir juga beberapa pejabat Eselon III dan IV Pemprov DKI.
Awalnya, Jokowi banyak berbicara mengenai berbagai persoalan yang dia temukan selama blusukan keliling Jakarta di depan PNS di bawah Asisten Bidang Pembangunan. Dengan raut muka serius, Jokowi tiba-tiba melontarkan kalimat tersebut.
"Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ujar Jokowi yang mengenakan seragam Linmas PNS warna hijau.
Ratusan PNS tersebut tampak serius mendengarkan paparan Jokowi tersebut. Pengarahan Jokowi kembali dilanjutkan dengan materi terkait dengan hal-hal yang dia temukan saat blusukan.
Setengah jam berlalu, Jokowi kembali duduk. PNS peserta pemaparan tersebut lalu berganti. Kali ini giliran PNS di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian. Dalam pemaparannya, Jokowi masih menggunakan materi yang sama, perihal permasalahan Jakarta yang dia temukan selama blusukan.
Lalu tiba-tiba dia kembali mengutarakan kalimat titip Jakarta ke para PNS tersebut. "Saya titip Jakarta ke Bapak dan Ibu," ucapnya.
Kenapa Jokowi mengutarakan kalimat tersebut?
"Ndak, saya hanya spontan. Itu kan cuma kata-kata saja," jawabnya saat ditanyai awak media usai acara.
(jor/nrl)











































