"Saya sudah minta maaf kok sama beliau. Beliau tersinggung," kata Ahok, panggilan Basuki, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/3/2014).
Namun Ahok mengaku memakai istilah tersebut hanya karena sudah populer di situs jurnalisme warga. Karena kemudian Prijanto tersinggung, Ahok tak akan menggunakan istilah itu lagi.
"Tapi karena beliau keberatan, saya minta maaf. Saya juga tidak mau pakai lagi istilah itu," kata Ahok.
Ahok kemudian berbicara melalui telepon dengan Prijanto. Mantan anggota Komisi II DPR itu kini menyadari bahwa istilah yang ia gunakan itu kelewat sensitif.
"Saya ngomong di telepon, dia minta dicabut (beritanya). Saya bilang mana bisa kita ngatur wartawan kan. Susah, karena soal tafsiran," tutur Ahok.
Pernyataan ini bermula saat Ahok ditanyai soal kriteria Wakil Gubernur yang cocok bila dirinya naik menjadi Gubernur karena Joko Widodo mencapres. Jika wakilnya nanti tak bekerja untuk rakyat, maka wakil tersebut bisa dipecat.
"Kalau macam-macam, kita 'Prijanto-kan'. Iya dong, kalau nggak cocok atau nggak sesuai," kata Ahok di Balaikota, Jumat (6/3).
(dnu/van)











































