PBNU yang Benar Menurut Siapa?

Rozy Munir:

PBNU yang Benar Menurut Siapa?

- detikNews
Rabu, 08 Des 2004 07:30 WIB
Jakarta - Salah satu keputusan pertemuan Kiai Sepuh di Ponpes Buntet Cirebon, Selasa (7/12/2004) menindaklanjuti surat mandat dari kiai sepuh kepada Gus Dur untuk membentuk PBNU yang benar. Tokoh NU Rozy Munir mempertanyakan istilah 'NU yang benar' itu dan tetap menganggapnya sebagai NU tandingan apabila terbentuk. Keputusan kedua, setelah mendengarkan tausiyah dari para kiai sepuh dalam musyawarah di Ponpes Buntet diambil keputusan untuk mufaraqah (tidak mendukung kepeminpinan PBNU hasil Muktamar NU ke-31 di Donohudan, Boyolali. Ketiga, untuk merealisasikan keputusan mufaraqah itu akan dibentuk struktur atau koordinator dari pusat sampai daerah dalam wilayah hukum Indonesia. Selain itu juga dibentuk struktur perwakilan luar negeri. Berikut petikan wawancara dengan Rozy yang dalam Muktamar NU ke-31 di Boyolali lalu menjabat sebagai ketua tim materi dengan detikcom, Rabu (8/12/2004). Bagaimana tanggapan anda tentang hasil pertemuan kiai sepuh di Ponpes Buntet? Saya jadi bertambah bingung lagi sekarang pernyataannya NU yang benar, tetapi benar menurut siapa? Itu tetap NU tandingan. Kalaupun tidak mengakui hasil muktamar justru mereka ikut bertanding, jadi saya kira kurang pas. Sedangkan kalau beliau (kubu Gus Dur) menang maka hasil muktamar sah. Tapi kalau beliau kalah muktamar tidak sah. Jadi legalitas NU yang sah adalah NU hasil muktamar kemarin yang salah satu indikatornya adalah dibuka presiden.Apakah NU tandingan akan 'mengganggu' kepengurusan NU?Seharusnya kepengurusan NU hasil muktamar kemarin segera dibentuk sebab banyak orang yang masuk intervensi sehingga semakin banyak kompromi. Hal ini juga dikarenakan tim perumus 7 orang, terdiri dari 4 pembantu formatur dan 3 formatur yaitu rois am, wakil rois am dan ketum tanfidziyah.Wakil rois am belum dipilih karena dipilih ketua rois am. Ada 2 calon utama Gus Mus dan Tolhah Hasan. Gus Mus sendiri ogah-ogahan dan saya yakin Tolhah akan menang. Hari ini ada rapat formatur di Yogyakarta yang akan melengkapi kepengurusan di bawah pimpinan Hasyim Muzadi. Kemungkinan islah? Dengan adanya kiai-kiai yang datang ke Yogja itu merupakan keinginan untuk islah. Siapa tahu ada kompromi terjadi dalam penyusunan kepengurusan hari ini. Misalnya para pendiri Ponpes Tebu Ireng, Ponpes Tambak Beras atau Situbondo bisa diwadahi. Namun harus dicari yang paling berkualitas. Tapi yang menang Sahal (Mahfudz) dan Hasyim (Muzadi) adalah realitas.Bukankah perselisihan NU membuat bingung umat?Saya kira umat makin dewasa dan berpikir mana yang benar. Pemerintah akan mendukung NU hasil muktamar karena ada izin dan pengakuannya. Gus Dur menyerukan agar anda, Ahmad Bagja dan Mustofa Zulhat tidak menjabat lagi sebagai pengurus NU?Setahu saya tanfidziyah harus tunduk kepada syuriah. Syuriah termasuk muhtasarnya harus tunduk AD /ART. Kalau dalam AD/ART tidak ada pengaturan berapa kali untuk jadi pengurus mengapa dibentukkan di luar AD/ART? Gus Dur mengatakan dirinya yang mengupayakan pembangunan Gedung PBNU, pendapat anda? Itu kan karena dia sebagai ketum. Karena sebagai ketum ya wajib meningkatkan kesejahteraan aset dan jaringan bagi NU sendiri. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads