"SF (Sifa) mengatakan akan ikut les Bahasa Jerman, sehingga Sara datang ke lokasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/3/2014).
Lokasi pertemuan Sara, Sifa dan Hafitd saat itu di Gondangdia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah bertemu dengan Sifa, Sara lalu diajak masuk ke dalam mobil Kia Visto yang di dalamnya sudah ada Hafitd duduk di jok kemudi.
Diungkapkan Rikwanto, Hafitd meminta Sifa untuk menemuinya lantaran Sara tidak mau lagi dihubungi sejak mereka putus.
"(Motifnya) memang sakit hati, tidak senang karena mantan pacarnya ini sudah tidak mau lagi dihubungi dan tidak pernah menjawab," tuturnya.
Selanjutnya, Rikwanto mengungkapkan, Sara dianiaya selama di dalam mobil sepanjang perjalanan kedua tersangka. Tidak hanya dipukuli, mahasiswi Universitas Bunda Mulia itu juga disetrum kedua tersangka dan mulutnya disumpal korban ketika pingsan.
"Muka korban menghitam karena kehabisan nafas akibat disumpal koran. Di situ ciri-ciri kekurangan oksigen, darah turun ke tempat yang rendah ke bagian wajah. Posisi kepala korban saat itu di bawah," pungkasnya.
(mei/fjp)











































