Keterangan yang diperoleh menyebutkan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, Senin (10/3/2014). Pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang, datang menggunakan mobil.
Dengan ancaman benda yang diduga senjata api, mereka menyekap dua petugas sekuriti dan kemudian mematikan seluruh kamera pemantau atau closed-circuit Television (CCTV). Pusat operasi CCTV itu berada di lantai dua gedung kantor tersebut.
Manager Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa Sanco Simanullang yang dihubungi menyatakan, ada brankas yang diambil kawanan rampok itu. Namun mereka masih mendata secara keseluruhan apa saja yang hilang.
βSaya masih di luar ini, tapi berdasarkan laporan, yang diambil adalah brankas. Isinya antara lain uang, tapi tidak banyak, dan sertifikat tanah,β kata Manullang.
Uang yang berada di dalam brankas berukuran sedang itu, jumlahnya sekitar Rp 20 juta. Sedangkan sertifikat tanah itu merupakan sertifikat tanah kantor BPJS Tanjung Morawa, bukan milik pihak lain. Kasus ini pun sudah ditangani pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Morawa.
(rul/fjr)











































