"Status Merapi masih normal," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Subandriyo di kantor Jl Cendana, Senin (10/3/2014).
Meski demikian lanjut dia, BPPTKG masih mempelajari fenomena gempa vulkanik dalam yang terjadi tersebut. Saat terjadi hembusan asap mencapai ketinggian 1.500 meter pada pukul 07.08 WIB.
Saat ada aktivitas di dalam perut Merapi, alat seismograf BPPTKG mencatat adanya gempa vulkanik dalam dengan kedalaman 2 kilometer dari puncak. Besaran gempa vulkanik dalam tercatat 2 Skala Richter (SR)
"Ini baru pertama kali terjadi. Kami masih mempelajarinya. Ada gempa vulkanik dalam bersamaan dengan hembusan asa di puncak," katanya.
Sementara itu saat terjadi hembusan asap kemudian terjadi hujan abu tipis di sekitar lereng selatan dan timur Merapi seperti di daerah Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Sleman dan wilayah Kecamatan Kemalang Klaten. Warga sekitar lereng Merapi tetap melanjutkan aktivitasnya namun mereka sudah siap dengan mengenakn masker.
(bgs/fjr)











































