Udara Level Berbahaya, Pemprov Riau Tak Gelar Apel Pagi

Udara Level Berbahaya, Pemprov Riau Tak Gelar Apel Pagi

- detikNews
Senin, 10 Mar 2014 08:53 WIB
Jakarta - Kualitas udara di Pekanbaru sudah pada level puncak yakni berbahaya. Gangguan udara ini membuat Pemprov Riau tidak melaksanakan apel pagi.

Halaman kantor Gubernur Riau, di Jl Sudirman Pekanbaru tampak lengang diawal pekan ini. Tak ada aktivitas upacara setiap awal pekan. Seluruh PNS di Kantor Gubernur Riau tidak melaksanakan apel pagi.

"Kita tidak melaksanakan apel pagi, karena indeks pencemaran udara sudah level 'Berbahaya'. Jadi demi kesehatan, apel pagi tak dilaksanakan sebagaimana biasa," kata Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Fahmi Usman kepada detikcom, Senin (10/3/2014).

Menurut Fahmi, pembatalan apel pagi tidak hanya di kalangan PNS di Kantor Gubernur Riau. Ini juga berlaku untuk sejumlah kantor dinas dan badan di lingkup Pemprov Riau.

"Sebenarnya apel pagi belakangan ini boleh dilaksanakan boleh tidak. Itu tergantung situasi cuaca. Namun hari ini merupakan puncak terburuk kualitas udara di Pekanbaru," kata Fahmi.

Kendati demikian, Fahmi menyebutkan belum ada kebijakan untuk memangkas waktu jam kerja.

"Jam kerja tetap seperti biasa. Tapi untuk apel pagi sementara ini ditiadakan dulu," kata Fahmi.

Sudah sebulan Riau diselimuti asap pekat karena kebakaran lahan. Tercatat ada 11 ribu hektar luasan yang terbakar. Pemerintah pusat sudah menetapkan status Riau Tanggap Darurat Nasional. BNPB diterjunkan dan dibentuk Satgas.

Sayangnya, satgas hanya punya dua pesawat satu jenis cassa dan heli. Fungsi cassa untuk hujan buatan dan heli water bombing. Tapi pesawat Cassa sering gagal terbang karena jarak pandang tak memungkinkan.

"Mestinya pesawat Hercules dan heli milik TNI dikerahkan. Jangan menunggu warga Malaysia dan Singapur protes itu baru pemerintah bertindak serius. Kesannya, pemerintah baru serius kalau sudah mendapat protes dari negara tetangga. Kalau rakyat sendiri yang protes, selalu diabaikan," kata pemerhati sosial dari LSM Advokasi Publik, Rawa El Amady.

(cha/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads