"Tadi saya tegaskan, NU Lion ini tidak sebagai alat untuk kampanye PKB," kata Rusdi Kirana di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (9/3/2014).
Rusdi memang menginginkan PKB bisa semakin besar nantinya. Namun NU Lion bukanlah proyek untuk mewujudkan misi tersebut.
"Setahun saja, (NU Lion) belum ada hasilnya. Mungkin hasilnya bisa dilihat sekitar 5 sampai 15 tahun lagi," tutur pria pengusaha kaya ini.
"PKB gagal sekalipun, NU Lion akan tetap kami jalankan, ini bisnis sosial," kata Rusdi lagi.
Bagaimana bila di tengah jalan nanti, NU Lion dipergunakan sebagai alat politik oleh beberapa pihak?
"Bagi saya begini. Saya sudah ngomong sama pengurus PKB, termasuk caleg-caleg. Saya bilang, kalau kalian menyentuh APBN, APBD, apalagi baksos, saya kasih tahu itu tidak boleh. Tapi kalau saya tidak punya kemampuan, saya akan mengundurkan diri dari PKB," tegas dia.
Bagi Rusdi, NU Lion ini tidak bisa dijadikan alat kampanye PKB. Ia juga mengaku telah mengomunikasikan ke PKB bahwa sampai kapanpun NU Lion tidak boleh dijadikan alat kampanye.
"Saya mundur (dari PKB) kalau mereka korupsi, dikasih tahu tidak bisa, saya mundur," ujarnya.
(nrm/fdn)











































