"Pemilik suara yang tidak suka dengan Demokrat, lebih memilih ke PDIP atau Golkar. Suaranya tidak lari ke partai lain," tutur direktur penelitian Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan di hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Minggu (9/3/2014).
Menurut Djayadi, kebanyakan suara Demokrat yang berpindah ke PDIP dan Golkar berasal dari kalangan pendidikan kelas bawah. Memang 60 persen lebih suara PD berasal dari masyarakat dengan tingkat pendidikan tak lebih dari SMP.
Hal itu diamini oleh ketua DPP Demokrat, Achsanul Qosasi. Menurut Achsanul, partainya memang agak keteteran dengan para pemilik suara yang berpindah ke PDIP dan Golkar.
"Menengah ke atas kita unggul, ke bawah kita kehilangan hampir 60 persen," katanya.
PD boleh jadi kebingungan untuk mencuri kembali para pemilik suara yang berpindah. Namun, mereka optimis dapat merebut kembali pemilik suara jelang Pileg.
"Target kita harus bergerak ke bawah untuk menjual diri sebagai tokoh, mengambil grassroot yang hilang, semua Dapil wajib melakukan pendekatan," tegas Achsanul.
(tfn/van)











































