"Petugas saat ini masih mencari sopir bus tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya hingga mengakibatkan kecelakaan yang menimbulkan korban luka-luka," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Minggu (9/3/2014).
Pencarian Asep dilakukan hingga mengecek ke alamat tinggalnya di Kampung Rawalele RT 06/02 Dawuan, Subang, Jawa Barat. Namun Asep tidak ada di rumahnya itu.
"Setelah dilakukan pengecekan di tempat tinggalnya dan tetangga yang bersangkutan, belum terlihat pernah datang sejak kejadian tersebut," kata Rikwanto.
Rikwanto mengungkapkan, kecelakaan tersebut diakibatkan karena kelalaian sopir. Keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, sang sopir memaksakan untuk melintas di perlintasan kendati bunyi alarm sudah terdengar.
"Pengemudi memaksa menerobos palang KA padahal sinyal sudah berbunyi dan sudah di beri peringatan," imbuh Rikwanto.
Peristiwa tabrakan terjadi pada Sabtu (8/3/2014) pagi. Kondisi bus PO Haryanto bernopol B 7036 BJA itu ringsek dan terseret sejauh 50 meter. Sementara KA Menoreh itu sudah menuju ke Stasiun Cikarang untuk penggantian lokomotif yang mengalami kerusakan.
(mei/nal)











































