"Sekarang ini capres gini-gini, masyarakat gini-gini. Karena calonnya ya itu-itu saja. Itu karena tidak ada isu yang diperdebatkan sehingga kuda hitam tidak ada," kata Ray dalam diskusi 'Siapa Kuda Hitam 2014?' di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).
Ray menjelaskan untuk memunculkan kuda hitam harus ada perubahan suasana. Misalnya capres tidak hanya dilihat dari sisi populer dan elektabilitas, namun dilihat juga dari program-program yang ditawarkanya.
Lanjut Ray, kebanyakan kampanye yang dilakukan parpol di media hanya cenderung menampakkan satu kandidat capres. Hal itu mengakibatkan masyarakat memiliki kecenderungan memilih kandidat yang dianggap populer.
"Karena nama-nama mereka lah yang kerap dimunculkan ke publik, jadi pilihat masyarakat terbatas," jelasnya.
Alhasil hingga kini pun kandidat capres alternatif juga kurang dilirik masyarakat. Kurangnya porsi pemberitaan di media menjadi penyebabnya serta figur-figur tersebut kurang dikenal masyarakat.
(tfn/van)











































