Wacana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal menduduki kursi orang nomor satu menyeruak menyusul akan dideklarasikannya Gubernur DKI Joko Widodo sebagai capres. Diam-diam, ternyata Ahok sudah memiliki ambisi menjadi gubernur DKI sejak lama.
"Kalau saya dari dulu ambisi menjadi Gubernur. Saya ke DKI berambisi menjadi Gubernur sebetulnya," ujar Ahok saat menghadiri peluncuran merchandise pencapresan Prabowo di Restoran Sate Khas Senayan, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2014).
Ahok menuturkan alasannya berambisi meraih kursi DKI 1 karena soal AFTA (ASEAN Free Trade Area, red). Karena menurutnya, Jakarta harus siap menghadapi AFTA yang akan dimulai tahun 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya pulang ke Babel 2012 (untuk) jadi gubernur, saya tidak sanggup menyiapkan Babel 3 tahun menghadapi AFTA. Kalau tinggal 2-3 tahun menghadapi AFTA, mohon maaf saja saya (lebih baik) minta Jakarta (untuk jadi gubernur). Saya bilang gitu. Makanya saya ambisi ke Jakarta karena saya sadar AFTA tinggal selangkah dan 2 tahun saya masuk yang paling siap adalah Jakarta," tambah politikus Gerindra ini.
Menurut Ahok, selama ambisi itu bernilai positif dan dapat dipertanggungjawabkan, kenapa tidak mewujudkan ambisi tersebut. Yang terpenting menurutnya, adalah konsisten dengan ambisi yang dimiliki.
"Kalau saya ambisi jadi gubernur, saya pulang saja ke Babel pasti menang. Lah Jakarta, ikut saja nggak jelas. Tapi saya tetap konsisten. Jadi selama ambisinya positif, kita harus bisa berargumentasi menjawab 'kenapa Anda mau?'"pungkasnya.
(rmd/jor)










































