"Kami telah mengaktifkan mekanisme darurat dan mengirim pencarian dan penyelamatan dengan kapal khusus dan kapal polisi laut ke daerah laut yang relevan. Waktu adalah kehidupan, dan kehidupan manusia di atas segalanya," kata Li Keqiang, seperti dilansir kantor berita Xinhua, Sabtu (8/3/2014).
Menurut Li, yang harus di prioritaskan sekarang adalah mencari fakta-fakta terkait hilangnya pesawat. Selain itu hal terpenting lainnya adalah melakukan upaya pencarian dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan.
"Kami berharap Malaysia mengerahkan segala upaya dan bekerja sama dengan negara-negara terkait, seperti Vietnam, untuk menemukan pesawat yang hilang secepat mungkin, memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk menemukan korban dan secepat mungkin memulai operasi penyelamatan," ujarnya .
Menurut Najib Razak, Malaysia sendiri telah bekerja sama dengan negara-negara lain untuk menemukan posisinya secepat mungkin dan melakukan upaya pencarian semampunya. Malaysia mengirim tim ke Beijing untuk membantu menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan tragedi itu, dan siap untuk mempertahankan kontak dan kerjasama dengan China dalam hal ini.
Permintaan Perdana Menteri China ini bukan tanpa alasan. Sebanyak 153 orang dari 239 penumpang di pesawat tersebut merupakan warga negara tirai bambu itu.
(rna/gah)











































