"Saya pernah perhatikan iklan untuk Pilpres di TV. Satu bulan bisa muncul sampai 136 kali. Berapa itu duitnya? Wah, saya mana mampu membayarnya," kata Jokowi dalam penyampaikan "Pembekalan Caleg DPRD se-Riau," di Hotel Grand Central, Jl Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (8/3/2014).
Jokowi mengingatkan kader PDIP bahwa partainya tidak memiliki satu media apapun jenisnya, baik cetak, online ataupun TV. Karena itu seluruh kader harus kerja keras dan turun ke masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarpun orang lain pasang iklan di TV bolak-balik, kita enggak usah khawatir. Sebab, tiap hari iklannya ada di TV, belum tentu menang. Wong rakyat enggak butuh iklan, tapi butuh kerja nyata para pemimpinnya," kata Jokowi disambut gemuruh para kader PDIP.
"Apalagi Pemilu kali ini di kertas suara tidak terpampang gambar calegnya. Jadi percuma pasang iklan dan baliho besar-besar. Mending turun ke rakyat, cerita apa adanya sama rakyat. Kalau enggak punya duit, ya cerita saja. Jangan kayak dewa bagi-bagi duit. Dari mana duit kita," kata Jokowi.
"Saya sendiri mulai dari Walikota Solo dua periode enggak ada pasang baliho saya. Termasuk di Jakarta, karena memang kita tak sangguh untuk biaya baliho raksasa, apa lagi iklan di TV," kata Jokowi.
(cha/rmd)











































