Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dituding rekan separtainya, Desmond Mahesa Junaedi, sudah lama memiliki ambisi politik untuk menjadi presiden atau wakil presiden. Ahok tak menampik tudingan itu.
"Soal ambisius itu memang relatif ya. Saya kira semua politisi itu pasti ambisius tanda kutip gitu ya. Buktinya nggak ada yang malu tuh pasang foto gede-gede. Itu penyakit politisi, selalu merasa dirinya laku gitu loh," cetus Ahok.
Ahok mengatakan hal itu saat menghadiri peluncuran merchandise pencapresan Prabowo di Restoran Sate Khas Senayan, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda bisa menawarkan sebuah rekam jejak atau tidak. Dan yang mengesalkan, tidak ada yang memasang nomor teleponnya (di foto itu). Kalau sudah selesai masa kampanye turun saja gitu sok kecapekan," tuturnya.
Wacana pencawapresan Ahok berawal dari pernyataan Waketum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut mantan Bupati Belitung Timur itu layak mendampingi Prabowo Subianto. Namun wacana ini justru ditanggapi beda oleh politisi Gerindra yang lain, Desmond Mahesa Junaedi. Menurut Desmon, pernyataan Fadli Zon sebagai bentuk ledekan terhadap Ahok.
"Dia itu ambisius," kata Desmond, Jumat (7/3/2014).
"Kalau Ahok itu kan memang maunya terus saja, mimpinya jadi wapres. Fadli Zon itu meledek dia. Itu bukan wacana. Saya pikir Fadli Zon bercanda saja," kata Desmond.
Bahkan Desmond juga mengenang sikap Ahok ketika masih duduk sebagai anggota DPR. Ahok dinilainya sudah ambisius.
(rmd/jor)











































