"Kerjasama bidang pendidikan ini bisa menjadi pendorong untuk peningkatan kerjasama di berbagai bidang lain, termasuk kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara. Berkembangnya kerjasama ekonomi dan perdagangan di masa depan akan membutuhkan ahli-ahli yang menguasai Bahasa dan budaya Rusia yang kuat," kata Dubes RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun, berdasarkan rilis yang diterima detikcom, Sabtu (8/3/2014).
Saat mengunjungi UNV, Djauhari bertemu dengan Wakil Rektor UNV Vasily V. Tarakanov. Kunjungan tersebut terjadi pada Kamis, 6 Maret 2014 lalu.
Tahun 2013 Rusia memberikan beasiswa kepada 70 orang mahasiswa asal Indonesia. Tahun ini rencananya jumlah tersebut akan bertambah menjadi 125 orang. Selain pertemuan dengan Wakil Rektor dan peninjauan fasilitas belajar mengajar di universitas tersebut, Djauhari juga memberikan kuliah umum bertema 'Indonesia-Russia and ASEAN'.
Universitas Negeri Volgograd kini sudah menjadi universitas terbaik dan terbesar di Volgograd dengan jumlah mahasiswa sekitar 10 ribu dari 10 jurusan yang ada. Mahasiswa asing yang berkuliah di UNV antara lain berasal dari Ajerbaizan, Armenia, Austria, Jerman, Perancis, Turki, Iran dan China. Mahasiswa asing terbanyak saat ini berasal dari China.
(rna/gah)











































