"Kalau itu cepat dilakukan (deklarasi) PDIP, saya takut partai-partai lain akan bersatu mengkerubuti PDIP. Dan itu bisa terjadi dalam tahun politik ini," kata politisi senior PDIP Sabam Sirait di Rumah Menteng, Jl Subang Nomor 14, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2014).
Kekhawatiran itu didasari pada kenangan pahit PDIP pada Pemilu 1999. Kala itu Megawati, menurut Sabam, digagalkan menjadi capres meski meraup suara sebanyak 30 persen lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Sabam mengimbau agar jika PDIP menang Pileg 2014 nanti, PDIP harus menyambangi partai-partai yang kalah dengan ramah. Jika kemenangan dirayakan dengan arogan, maka sejarah pahit itu bisa terulang kembali.
"Sekarang masih sedikit arogan ya, hehe... Mudah-mudahan tidak ada arogansi lagi di PDIP," ucap Sabam sambil tersenyum santai dalam suasana cair.
(dnu/rmd)











































