Hadir di Pemutaran Trailer 'Sepatu Dahlan', Dahlan: Bukan Saya yang Danai

Hadir di Pemutaran Trailer 'Sepatu Dahlan', Dahlan: Bukan Saya yang Danai

- detikNews
Jumat, 07 Mar 2014 22:01 WIB
Hadir di Pemutaran Trailer Sepatu Dahlan, Dahlan: Bukan Saya yang Danai
Jakarta - Film 'Sepatu Dahlan' siap ditayangkan pada 10 April 2014 nanti. Film yang menceritakan masa kecil capres konvensi Partai Demokrat dan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu menelan biaya Rp 6 miliar.

"Biaya sekitar Rp 6 miliar. Itu berasal dari eksekutif produser. Murni dari kita sebagai rumah produksi, yaitu ada Semesta Pro, Mizan Productrion, dan Expose," kata produser film 'Sepatu Dahlan' Rizaludin Kurniawan kepada detikcom, Jumat (7/3/2014).

Rizal menyatakan tak ada sumbangan dari tim sukses Dahlan. Eksekutif produser dari film ini adalah Thamrin Anwar dan Avesina Soebli. Lalu kenapa menjelang Pemilu 2014 baru ditayangkan?

"Ini proses pembuatannya sudah dimulai sejak satu setengah tahun yang lalu, Juni 2012 sudah proses pra produksi. Pak Dahlan belum ikut konvensi. Ditayangkan 10 April 2014 karena dapat jadwalnya tanggal itu," kata Rizal usai acara penayangan cuplikan film ini bersama Dahlan Iskan di Islamic Book Fair 2014, Istora Senayan, Jakarta Selatan.

Dahlan sendiri mengaku tak ikut campur soal pembuatan film ini. Film dengan lama penulisan skenario selama tiga bulan ini dinyatakan Dahlan tak dibiayai olehnya.

"Ini bukan saya yang membiayai, bukan saya yang inisiatif, sama sekali saya tidak ikut campur. Saya tidak titip visi-misi apapun. Mudah-mudahan ini dipercaya. Kalau tidak dipercaya juga nggak apa-apa, hahaha... Bahkan sebenarnya saya juga tidak perlu dimintai izin," tutur Dahlan yang mengenakan kemeja putih dan bersepatu kets ini.

Bahkan dirinya hanya bertemu selama 15 menit dengan sang Sutradara, Benny Setiawan. Selain karena kesibukan Dahlan yang menumpuk, Dahlan juga punya alasan kenapa pertemuannya dengan pembuat film ini begitu singkat.

"Kenapa saya nggak mau lama-lama bertemu waktu itu, karena saya takut mempengaruhi (proses pembuatan film). Karena seniman tidak boleh dipengaruhi," tutur Dahlan.

(dnu/fjr)


Berita Terkait