Seperti yang tampak di lokasi, Jumat (7/3/2014), rumah yang didominasi susunan bata merah sebagai temboknya itu tampak tertutup. Bangunan yang diduga dua lantai itu memiliki dua jendela kaca besar tertutup tirai cokelat.
Rumah ini memiliki pos satpam di bagian kanan luar rumah. Pagarnya pun setinggi atap lantai satu, sehingga tak akan ada yang bisa terlihat dari luar rumah tersebut.
Ketika detikcom mencoba mengetuk rumah yang disebut milik mantan ketua umum Partai Demokrat itu, tak ada jawaban. Namun rumah ini berada di belakang persis kediaman Anas yang lain, yakni di Jl Teluk Semangka C1 Duren Sawit.
Rumah yang berada di belakang kini menjadi posko ormas yang didirikan oleh Anas, yaitu Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Sejumlah kader dan simpatisan Anas tampak sibuk berbincang di pendopo rumah itu, membahas penyegelan aset Anas di Yogyakarta.
"Kita nggak yakin ada penyegelan," ujar salah satu simpatisan.
KPK menyebutkan, penyitaan aset Anas di Kelurahan Mantrirejo, Yogyakarta, berupa tanah seluas 7.670 M2 dan aset Anas di Desa Panggungharjo, Bantul, terkait TPPU. Termasuk rumah yang sangat tertutup di Duren Sawit itu.
(vid/fjr)











































