Stella Maliangkay pernah duduk sebangku dengan Sara saat mereka masih di kelas X SMA 36 Jakarta. Keduanya sering berbagi kisah, mulai dari urusan pelajaran hingga kekasih. Menginjak ke tingkat berikutnya, Stella mengaku hubungannya dengan Sara sempat renggang. Namun mereka tetap saling mengecek kabar satu sama lain.
"Kita terakhir ketemu tanggal 7 Agustus 2013 di acara buka bersama. Di situ Sara yang negur saya, kita saling nanya soal kesibukan masing-masing. Sudah baikan," terangnya saat dihubungi detikcom, Jumat (7/3/2014).
Stella pun teringat masa-masa pertemanan dengan Sara beberapa tahun lalu. Dia menganggap sahabatnya itu sebagai sosok yang baik, humoris dan ceria. Momen yang paling berkesan adalah saat Stella ulang tahun, Sara datang ke rumahnya pagi-pagi untuk membangunkan dan membawa makanan kesukaannya, kue tart.
"Semua orang senang sama Sara, betah lama bergaul dengan dia, karena asyik," ceritanya.
Bagaimana soal sosok Hafitd? Menurut Stella, Hafitd pernah satu kelas dengan Sara di kelas XI. Sama dengan Sara, Hafitd pun dikenal sebagai sosok yang ngocol dan gampang bergaul dengan orang lain. Mereka kadang sering berkumpul dan bercanda di sekolah.
Sementara Sifa, memang bukan teman akrab Sara. Menurut Stella, hubungan pertemanan Sifa dan Sara hanya sebatas kenal saja. "Mereka beda geng gitulah," imbuhnya.
Karena kenal dengan ketiga sosok tersebut, Stella kaget ketika mendengar Sara dibunuh oleh Sifa dan Hafitd. Dia tak menyangka kedua temannya semasa SMA bisa melakukan tindakan keji pada sahabatnya.
"Saya sempat marah-marah sendirian, si Hafitd kaya nggak punya hati. Sara ngambil apa ampe dibunuh begitu? Saya sempat merasa ini mustahil banget. Ini mimpi nggak sih? drama nggak sih? Sara orang baik," kecamnya.
(mad/try)











































