Surat Cinta Untuk Sara dari Sahabat Lama

Surat Cinta Untuk Sara dari Sahabat Lama

- detikNews
Jumat, 07 Mar 2014 19:25 WIB
Surat Cinta Untuk Sara dari Sahabat Lama
Sara (kanan) dan Stella (kiri)/dok.Stella
Jakarta - Stella Maliangkay merasa kehilangan sosok Ade Sara Angelina Suroto (19). Gadis yang pernah menjadi teman sebangku Sara semasa di Kelas X SMA 36 Jakarta pun mengirimkan surat cinta bagi sahabat lamanya tersebut. Apa isinya?

Surat itu ditulis dalam blog pribadinya http://setengahlimasore.blogspot.com/ pada Kamis (6/3) kemarin. Dia khusus mendidikasikan tulisan bagi Sara yang dikenalnya sebagai sosok baik, humoris dan ramah pada semua orang.

Sejak kabar pembunuhan Sara terkuak, Stella mengaku terpukul. Wanita yang kini berkuliah di Bandung tersebut tak keluar kamar selama dua hari terakhir. Dia juga tak sanggup melayat jenazah Sara atau hadir di pemakamannya. Hanya ibunya yang datang ke kediaman Sara dan menyampaikan pesan pada jasad Sara.

"Pesannya, Sara anak cantik yang baik, sayang orang tua, selamat jalan ya. Maafin Stela nggak bisa ke sini," cerita Stella menirukan bisikan ibunya pada jenazah Sara, saat diwawancarai detikcom, Jumat (7/3/2014).

Dia pun sempat menulis catatan terakhir untuk Sara di media sosial dan blog. Berikut surat cinta terakhir Stella untuk Sara:

Untuk yang dikasihi, Sara.

Ada terima kasih untukmu yang terkirim dari Bandung. Dia mengudara ke Jakarta sekarang, bersama rindu dan susunan doa yang terlalu banyak jumlahnya.
Ada sesal untukku, dan segala waktu yang pernah aku punya. Denganmu, kurang lama rasanya untuk terus menertawakan dunia dengan segala kemelutnya.
Ada bahagia untukmu sebab pernah mengenal. Maha agung Tuhan memberi ijin untukku sempat berteman dengan malaikat yang masih Ia sembunyikan sayapnya.
Ada sepucuk surat dariku, kelak sesampainya nanti di Surga, mungkin akan kau baca. Maha ajaib Tuhan, kau kini aman dalam pelukanNya. TanganNya yang penuh kemenangan sudah menyelamatkan satu lagi Mahakarya.
Sebagai teman yang pernah mengisi bangku kosong di sebelahmu saat sekolah dulu, ini kusampaikan pesanku untuk jiwamu yang sedang dalam perjalanan, serta untuk ragamu yang sedang beristirahat dalam tidur lelap yang panjang.
Sara, selamat menikmati perjalananmu nanti, di dalam peti, mungkin agak sempit ya. Sudah berapa kali aku bilang, kau terlalu tinggi, untung saja kau tidak gemuk, kalau iya pasti jadi jauh lebih sempit.
Sara, kalau beberapa bulan lagi di pusaramu ditumbuhi rumput dan bunga liar, kau harus tau itu tumbuh dan akan terus tumbuh meski di basmi, ada air mataku yang kiranya membuat mereka tumbuh subur. Setidaknya ada bagian dariku, yang ada di rumah barumu.
Sebentar lagi Tuhan menggenapkan janjiNya, tidak lagi sayapmu Ia sembunyikan.
Terbang Sara, terbang yang jauh. Sampaikan salamku untuk Tuhan karena aku tahu kau pasti bertemu.

Tuhan, terima kasih, syukur ada di lubuk hati ini meski masih nyeri dari ujung kepala hingga ujung kaki, meski masih bergetar setiap hendak menyebutkan nama Sara dalam setiap bisikan. Terima kasih karena aku boleh merasakan berkawan dengan malaikat, sekarang aku bisa bilang kepada semua orang kalau aku tidak takut mati, aku punya teman malaikat di Surga sana.
Tuhan, aku titip Sara. Sara, terimakasih sudah pernah menoreh sejarah dalam hidupku. Ampuni mereka yang menjadi sebab kepergianmu yang kadang aku pun masih sulit untuk terima.

Dalam cinta, aku bergeming.
Dalam doaku, namamu teriring,
Selamat jalan Ade Sara Angelina Suroto

(mad/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads