Bruk! Polisi Terjatuh dari Kuda Usai Apel Pengamanan Pemilu

Bruk! Polisi Terjatuh dari Kuda Usai Apel Pengamanan Pemilu

- detikNews
Jumat, 07 Mar 2014 18:45 WIB
Bruk! Polisi Terjatuh dari Kuda Usai Apel Pengamanan Pemilu
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Seorang anggota unit satwa Polrestabes Semarang terjatuh dari kudanya setelah mengikuti apel pengamanan pemilu 2014 di Mapolrestabes Semarang. Petugas itu terlihat kesakitan karena terjatuh dari kuda setinggi 2 meter itu.

Awalnya, 6 dari 9 kuda milik Polrestabes Semarang mengikuti apel dengan anggota polisi lainnya di lapangan apel. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno mengecek peralatan, kesiapan anggota, termasuk satwa kuda dan anjing.

Usai apel, anggota membubarkan diri sementara 6 kuda besar tersebut berkelilig lapangan apel untuk menunjukkan formasi melingkar sebelum kembali ke kandang. Saat formasi sejajar dan akan menuju kandang, salah satu kuda berwarna hitam berontak. Sedangkan penunggangnya miring ke arah kanan dan terjatuh.

Bruk! Polisi yang mengenakan helm dan rompi itu terkapar di atas paving. Beberapa polisi lain berdatangan untuk membantu berdiri, sedangkan kuda hitamnya berlari menuju ke arah kandang. Polisi yang terjatuh itu sempat terlihat kesakitan dengan mengangkat tangannya setelah beberapa menit, ia akhirnya berdiri dibantu rekan-rekannya.

Kapolda Jateng mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 23 ribu personel untuk pengamanan pemilu di Jawa Tengah. Pengamanan dilakukan untuk 77 ribu TPS dengan menggunakan beberapa pola pengamanan.

"Ada kriteria rawan untuk TPS, yaitu rawan 1, rawan 2 dan aman. Kriteria aman ada 75 ribu TPS, sedangkan 2.000 TPS masuk rawan 1 dan 2 tergantung geografis," kata Kapolda di Mapolrestabes Semarang, Jumat (7/3/2014).

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan pihaknya mengerahkan 2.700 personel untuk pengamanan pemilu. Sementara itu untuk satwa, ada 9 kuda dan 11 anjing pelacak yang juga disiapkan untuk pengamanan.

"Kami mengerahkan 2.700 personel untuk Kota Semarang. Kuda sembilan dan anjingnya 11," tandas Djihartono.

"Tadi yang jatuh waktu kudanya jalan," imbuhnya.

(alg/try)


Berita Terkait