"Sebelum ke Kalimantan, ibunya Sifa sering cerita, kalau orangtua Hafitd sayang sekali sama Sifa, sering disuruh nginep di rumah Hafitd, pokoknya suka cerita yang bagus-bagus tentang Hafitd," ujar seorang tetangga yang tak mau disebutkan namanya di Jalan BB, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014).
Ketika ditanyakan, apakah pujian tersebut karena Hafitd yang diketahui berasal dari keluarga berada, sang tetangga mengaku tak begitu tahu. "Yang jelas setiap cerita ibunya sering membanggakan jekuarga cowoknya ini. Masih kedengeran di kuping saya (pujiannya), eh malah kejadian," paparnya.
Tetangga mengaku, mereka melihat Hafitd sebagain seorang lelaki yang terlihat galak. Walaupun kerap menjemput Sifa, namun lelaki 19 tahun tersebut tak pernah menyapa warga sekitar.
"Menurut kita cowoknya itu galak ya. Kalau ke sini nggak pernah tuh tegur warga. Kalau Sifa memang suka negur kita," jelasnya.
Sifa dan Hafitd ditangkap penyidik di dua tempat yang berbeda, Kamis (6/3) sore. Hafitd diamakan polisi saat dirinya melayat jenazah Sifa di RSCM, sementara Sifa ditangkap polisi saat berada di kampusnya.
(rni/mad)











































