Cegah Aksi Gus Dur, 5 Kiai Sepuh NU Ngumpul di Yogya

Cegah Aksi Gus Dur, 5 Kiai Sepuh NU Ngumpul di Yogya

- detikNews
Selasa, 07 Des 2004 17:42 WIB
Yogyakarta - Prihatin akan terjadinya perpecahan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), lima orang kiai sepuh asal Jawa Timur (Jatim) berkumpul di Yogyakarta. Mereka membahas penyelamatan NU, termasuk mencegah Gus Dur mendirikan PBNU tandingan. Para kiai itu berkumpul di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Sewon Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (7/12/2004). Lima kiai sepuh dari Jawa Timur (Jatim) itu, antara lain KH Idris Marzuki dari Lirboyo Kediri, KH Mas Subadar dari Pasuruan, KH M. Anwar Mansyur dari Jombang, dan KH Sadid Jauhari dari Jember.Mereka berkumpul di rumah KH Attabik Ali untuk meminta bantuan pengasuh Ponpes Ali Maksum itu untuk ikut menyelesaikan konflik di tubuh NU. Para kiai itu prihatin dengan perkembangan NU sekarang. Mereka meminta Attabik Ali untuk menemui Abdurrahman Wahid (Gus Dur) agar membatalkan rencananya mendirikan NU tandingan serta meredam agar perpecahan tidak terjadi di antara sesama warga nahdliyin."Kami hanya berikhtiar agar Gus Dur tidak jadi mendirikan NU tandingan. Ya kita tahu sendiri-lah, Gus Dur itu orangnya kadangkala nekat," kata Attabik Ali kepada wartawan seusai pertemuan.Menurut Attabik, NU itu ibarat sebuah langgar (masjid kecil - red) yang dijadikan tempat beribadah nahdliyin. Namun kalau langgar tersebut kotor sangatlah wajar kalau kemudian nahdliyin berpikir untuk mencari tempat ibadah lain. "Kalau ini benar terjadi akan sangat merugikan NU dan Gus Dur sendiri," kata putra sulung almarhum KH Ali Maksum itu.Menurut Gus Bik, panggilan akrabnya, dirinya diminta para kiai itu karena mungkin masih dipandang netral, tidak mendukung Hasyim Muzadi ataupun Gus Dur. "Saya sendiri kaget, kenapa harus saya. Semestinya saya yang dipanggil untuk sowan ke sana. Bukan para kiai itu yang datang ke sini," katanya.Dia mengatakan, setelah pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu, dirinya langsung menelepon KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), adik Gus Dur, untuk menyampaikan permintaan para kiai agar Gus Dur membatalkan rencananya. Namun Gus Sholah sendiri mengatakan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dengan sikap Gus Dur.Selain meminta Gus Dur agar membatalkan niatnya, kata Attabik, para kiai sepuh itu juga meminta agar Hasyim Muzadi bersikap akomodatif dalam penyusunan kepengurusan PB NU dan seimbang antara kubu Hasyim dengan Gus Dur. Hanya saja, syarat yang diajukan Gus Dur sangat berat yaitu mengharamkan 10 nama masuk ke struktur PBNU."Itu tidak mungkin, permintaan Gus Dur itu akan dipenuhi kalau Hasyim Muzadi termasuk orang yang dilarang menjadi pengurus PBNU. Kalau itu dipenuhi berarti menolak hasil muktamar kemarin karena Hasyim Muzadi sudah jelas terpilih sebagai Ketua Umum Tanfidziyah," katanya.Dalam kesempatan itu, Attabik belum bersedia menjelaskan secara detil langkah-langkah yang akan diambil para kiai asal Jatim bersama dirinya itu. Pihaknya akan melakukan pertemuan dan pembicaraan lagi dengan melibatkan ulama lebih banyak, agar Gus Dur tidak jadi mendirikan NU baru. "Namun mengenai tempatnya dan kapan belum ditentukan. Bisa besok, bisa lusa," katanya. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini