"Jadi, dibandingkan Pak Jokowi saya ini lebih dulu dan lebih lama blusukannya. Saya keliling Indonesia, tahu bagaimana kondisi di tanah Batak dan daerah-daerah lainnya," kata penyanyi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 itu dalam acara peluncuran dan bedah buku Politik Dakwah dalam Nada di Istora Senayan, Jumat (7/3) siang. Buku itu merupakan karya Moh. Shofan, dosen Universitas Paramadina.
Karena telah sering blusukan dan merasa memahami berbagai persoalan yang terjadi di daerah-daerah itulah, ia melanjutkan, dirinya merasa terpanggil untuk memimpin perbaikan bangsa ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pertanyaan seorang hadirin terkait gelar profesor yang menjadi kontroversial pekan lalu, Rhoma kembali menegaskan bahwa dirinya tak membeli tapi diberi, juga tidak melamar tapi dilamar.
"Dan sejauh ini saya tak pernah gunakan gelar itu. Saya lebih suka dan nyaman dengan nama saya seperti biasanya," kata dia disambut aplaus ratusan penggemarnya yang tergabung kedalam Fans Rhoma Irama dan Soneta (FORSA).
(alx/van)











































