"Ketika bekerja sama dengan parpol lain kami terbuka selama bukan pendekatan pragmatis, tapi kerjasama ideologi dan agenda-agenda kebangsaan," ujar Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto kepada detikcom, Jumat (7/3/2014).
Hasto mengatakan PDIP menghormati pendekatan yang dilakukan PKB. Menurutnya, PDIP memang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan NU, baik sebagai ormas maupun dengn warganya. Dalam sejarah, lanjut dia, PNI dan NU sama-sama berkeringat untuk menegakkan NKRI dan Pancasila. Banyak grassroot NU yang bersentuhan dengan basis PDIP di pedesaan-pedesaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tentang bagaimana kerjasama terkait Pilpres, nanti dulu. Harus lihat hasil Pemilihan Legislatif. Karena di situ akan mengerucut pada apakah PDIP dapat mencalonkan capres," tambah Hasto.
PKB tak malu-malu menyatakan keinginan berkoalisi dengan PDIP. Bahkan kalau bisa sebelum Pileg 9 April.
"PKB pada dasarnya akan buka koalisi dengan semua parpol, tapi wabil khusus dengan PDIP," kata Ketua DPP PKB Marwan Ja'far kemarin.
Menurut Marwan, PKB sudah punya chemistry lama dengan PDIP. Marwan mengatakan, jika ditarik secara historis, ada kedekatan seperti kedekatan kiyai NU dengan Bung Karno atau PNI dan Partai NU yang berada di pemerintahan.
"Dengan Gus Dur, Bu Mega pas. Sama-sama Orde Baru juga, bisa berjalan seiring. Gus Dur juga melindungi Mba Mega. Agak putus setelah 10 tahun ini karena PKB di dalam pemerintahan," ujarnya.
(rmd/van)











































