PKB Ngebet Koalisi, PDIP: Kerja sama Boleh, Koalisi Nanti Dulu

PKB Ngebet Koalisi, PDIP: Kerja sama Boleh, Koalisi Nanti Dulu

- detikNews
Jumat, 07 Mar 2014 11:49 WIB
PKB Ngebet Koalisi, PDIP: Kerja sama Boleh, Koalisi Nanti Dulu
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin membangun koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebelum hajatan Pemilihan Legislatif (Pileg) digelar. PDIP tak masalah dengan pendekatan yang dilakukan PKB selama bukan untuk koalisi capres-cawapres.

"Ketika bekerja sama dengan parpol lain kami terbuka selama bukan pendekatan pragmatis, tapi kerjasama ideologi dan agenda-agenda kebangsaan," ujar Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto kepada detikcom, Jumat (7/3/2014).

Hasto mengatakan PDIP menghormati pendekatan yang dilakukan PKB. Menurutnya, PDIP memang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan NU, baik sebagai ormas maupun dengn warganya. Dalam sejarah, lanjut dia, PNI dan NU sama-sama berkeringat untuk menegakkan NKRI dan Pancasila. Banyak grassroot NU yang bersentuhan dengan basis PDIP di pedesaan-pedesaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam menyelesaikan persoalan bangsa, kata Hasto, PDIP memerlukan kerjasama dengan parpol-parpol lain. "Kami juga siap untuk kerjasama dengan agenda-agenda tadi, tidak ada persoalan untuk jalin kerjasam dengan NU atau PKB," kata Hasto.

"Tapi tentang bagaimana kerjasama terkait Pilpres, nanti dulu. Harus lihat hasil Pemilihan Legislatif. Karena di situ akan mengerucut pada apakah PDIP dapat mencalonkan capres," tambah Hasto.

PKB tak malu-malu menyatakan keinginan berkoalisi dengan PDIP. Bahkan kalau bisa sebelum Pileg 9 April.

"PKB pada dasarnya akan buka koalisi dengan semua parpol, tapi wabil khusus dengan PDIP," kata Ketua DPP PKB Marwan Ja'far kemarin.

Menurut Marwan, PKB sudah punya chemistry lama dengan PDIP. Marwan mengatakan, jika ditarik secara historis, ada kedekatan seperti kedekatan kiyai NU dengan Bung Karno atau PNI dan Partai NU yang berada di pemerintahan.

"Dengan Gus Dur, Bu Mega pas. Sama-sama Orde Baru juga, bisa berjalan seiring. Gus Dur juga melindungi Mba Mega. Agak putus setelah 10 tahun ini karena PKB di dalam pemerintahan," ujarnya.

(rmd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads